
GIANYAR, BALIPOST.com – Kepolisian Resor (Polres) Gianyar memulai pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2026 melalui apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C. Kesuma di Lapangan Apel Tri Brata Polres Gianyar, Rabu (22/7). Operasi cipta kondisi ini bakal berlangsung selama 16 hari terhitung mulai tanggal 22 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Pelaksanaan operasi ditandai secara simbolis melalui penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel oleh pimpinan apel. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Gianyar, para kapolsek jajaran, serta jajaran personel perwira dan bintara di lingkungan Polres Gianyar.
AKBP Chandra C. Kesuma menegaskan bahwa Operasi Pekat Agung 2026 dirancang sebagai langkah strategis untuk menekan dan menindak berbagai bentuk penyakit masyarakat (pekat). Fokus penindakan meliputi praktik perjudian, aksi premanisme, penyalahgunaan dan peredaran narkotika, minuman keras (miras) ilegal, prostitusi, hingga berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya di wilayah hukum Kabupaten Gianyar.
”Operasi Pekat Agung 2026 merupakan upaya kepolisian untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif. Saya meminta seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya, mengedepankan langkah preemtif dan preventif, serta melakukan penegakan hukum secara tegas, profesional, dan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia,” tegas AKBP Chandra.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh anggota untuk senantiasa menjaga integritas, kedisiplinan, serta mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor guna memaksimalkan hasil dari operasi ini.
”Keberhasilan Operasi Pekat Agung tidak hanya ditentukan oleh aparat kepolisian, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, bangun koordinasi yang baik, laksanakan pengawasan secara konsisten, dan utamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” jelasnya. (Wirnaya/balipost)










