Rocky Gerung menyerahkan buku kepada Rektor Unmas Lanang Perbawa dan Ketua Yayasan PR Saraswati Tjok. Istri Sri Ramaswati saat bedah buku di Unmas, Selasa (21/7). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z” yang ditulis oleh Prof. Airlangga Pribadi Kusman dan Rocky Gerung dibedah di Unmas Denpasar, Selasa (21/7). Bedah buku dibuka Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Tjok. Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M., dipandu Rektor Unmas Prof. Ketut Sukawati Lanang Perbawa dengan pembicara Rocky Gerung dan Prof. Airlangga Pribadi Kusman S.IP., M.Si., Ph.D. dari Unair.

Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Tjok. Istri Sri Ramaswati berterima kasih Rocky Gerung dan Airlangga memilih lokasi bedah buku di Unmas Denpasar karena diyakini akan mampu membuka dan menambah wawasan, ide dan pesan penulis untuk generasi Z agar aktif dan tetap berpikir kritis.

Baca juga:  Damai Harus Dimulai dari Diri Sendiri

Buku ini secara umum membahas pembaruan ideologi Marhaenisme sebagai kerangka berpikir kritis bagi anak muda. Karya ini mengaitkan keresahan ketimpangan, kemandirian ekonomi, dan keadilan sosial dengan gaya hidup serta budaya pop masa kini.

Dalam paparannya, Rocky mengatakan buku dihadirkan untuk diulas, untuk beradu pendapat, makanya sangat penting didiskusikan. ‘’Itulah yang dilakukan Bung Karno melalui pertengkaran akademik alias diskusi,” tegasnya.

Ia menilai, di tengah dinamika ekonomi, sosial, dan politik yang semakin komplek, Marhaenisme adalah salah satu alat untuk melawan kapitalisme. Untuk itu Indonesia memerlukan keberanian untuk kembali mendiskusikan ide-ide besar sebagai pijakan dalam menentukan arah pembangunan nasional masa depan.

Baca juga:  Bedah Buku “Padma Bhuwana Bali", Cok Ace Ungkap Pariwisata Dikembangkan dengan Asta Dewata

Marhenisme adalah alat analisis baru yang cocok dengan kondisi dan tantangan hidup Gen Z. Termasuk pentingnya membangun diskusi terbuka bagi anak muda untuk membongkar realitas dan mencari solusi mandiri terhadap ketimpangan sosial.

Sementara itu, Airlangga Pribadi Kusman menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari kegelisahan terhadap beragam tantangan yang dihadapi Generasi Z. Persoalan seperti krisis lingkungan, kapitalisme digital, sistem meritokrasi dan lainnya.

Baca juga:  Gubernur Koster Hadiri Musyawarah DPC PKB Provinsi Bali

Marhaenisme Bung Karno ini menawarkan cara pandang yang dapat dijadikan salah satu referensi dalam membaca perubahan zaman sekaligus merespons berbagai persoalan. “Generasi Z bukan generasi lemah, namun dilemahkan oleh kondisi,” tegasnya.

Sementara itu Rektor Unmas Prof. Ketut Lanang Putra Perbawa mengingatkan pentingnya mengajak mahasiswa memahami ideologi dalam memecahkan persoalan bangsa yang berbasiskan kepentingan rakyat.

Hasil riset menunjukkan lebih dari 90 persen generasi Z mengunakan gadget dan memanfaatkan pulsa mandiri, dan kampus harus mampu masuk ke ruang mereka. “Nah sekarang mampukah idelaisme Marhaenisme mampu menjawab tantangan generasi Z ini,” tegasnya. (adv/balipost)

BAGIKAN