
MANGUPURA, BALIPOST.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Badung dalam menekan penyebaran rabies terus menunjukkan hasil signifikan. Hingga Juli 2026, capaian vaksinasi rabies telah menembus angka 73.534 ekor anjing atau sekitar 77,4 persen dari total populasi sasaran, menandakan langkah serius menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman penyakit mematikan tersebut.
Pemerintah tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga konsisten memperluas jangkauan vaksinasi ke seluruh wilayah. Program vaksinasi massal kini telah menjangkau enam kecamatan yang mencakup 62 desa dan kelurahan di Kabupaten Badung. Capaian ini menjadi bukti kuat komitmen daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas rabies.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, drh. I Gusti Ngurah Narendra Putra, M.Si, menegaskan bahwa vaksinasi terus dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. “Untuk hasil vaksinasi rabies sampai Juli 2026, jumlahnya mencapai 73.534 ekor anjing dengan cakupan vaksinasi sebesar 77,4 persen,” ujar Narendra Putra, Minggu (19/7).
Ia menjelaskan, Kecamatan Mengwi menjadi wilayah dengan capaian vaksinasi tertinggi yakni 23.492 ekor anjing. Disusul Kecamatan Abiansemal sebanyak 15.283 ekor, Kecamatan Kuta Selatan 14.154 ekor, Kecamatan Kuta Utara 11.951 ekor, Kecamatan Petang 4.893 ekor, serta Kecamatan Kuta sebanyak 3.551 ekor.
Menurutnya, angka tersebut tidak terlepas dari kerja intensif tim kesehatan hewan yang bersinergi dengan pemerintah desa dan kelurahan. Petugas secara aktif turun ke lapangan untuk memastikan seluruh populasi anjing mendapatkan vaksin. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan kekebalan populasi atau herd immunity untuk mencegah penyebaran virus rabies di tengah masyarakat,” rincinya.
Meski capaian vaksinasi telah melampaui tiga perempat target, pemerintah masih menghadapi tantangan. Diperkirakan masih ada sekitar 21.000 ekor anjing yang belum menerima vaksin rabies. Oleh karena itu, vaksinasi lanjutan akan terus digencarkan agar cakupan semakin optimal.
Pemerintah Kabupaten Badung memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman. Saat ini, stok vaksin rabies mencapai sekitar 50.000 dosis, sehingga dinilai cukup untuk mengejar sisa populasi yang belum tervaksin. “Kami masih mengestimasi sekitar 21 ribu ekor anjing belum tervaksin. Ini yang akan terus kami kejar melalui vaksinasi lanjutan,” katanya.
Dengan dukungan stok vaksin yang memadai, pemerintah optimistis target peningkatan cakupan vaksinasi dapat terus tercapai. Partisipasi masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Warga yang memiliki anjing peliharaan diimbau untuk kooperatif dan membantu petugas saat pelaksanaan vaksinasi di lapangan.
Melalui upaya berkelanjutan ini, pemerintah berharap penyebaran rabies dapat ditekan secara maksimal. “Melalui vaksinasi yang dilakukan secara berkelanjutan, kami berharap penyebaran rabies dapat terus ditekan sehingga keselamatan masyarakat maupun kesehatan hewan tetap terjaga,” pungkasnya. (Parwata/balipost)










