
DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Potensi kebakaran menjadi ancaman yang paling perlu diantisipasi, baik di kawasan permukiman, lahan maupun tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk menghemat penggunaan air serta memperhatikan tempat pembuangan sampah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Denpasar, Anak Agung Gede Agung Dharma Putra, saat diwawancarai, Sabtu (18/7) mengatakan, BPBD telah memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi untuk mengantisipasi potensi bencana selama musim kemarau.
Menurutnya, koordinasi dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) agar respons penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga terus ditingkatkan sebagai upaya pencegahan.
“Koordinasi dengan Damkar terus kami tingkatkan, baik untuk mempercepat respons menuju lokasi maupun memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah antisipasi kebakaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masyarakat diimbau lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk tabung elpiji. Apabila terdeteksi adanya kebocoran atau bau gas, masyarakat diminta segera melakukan langkah antisipasi agar tidak memicu kebakaran, terutama di area dapur.
Selain Damkar, BPBD juga meningkatkan koordinasi dengan PLN. Langkah tersebut dilakukan mengingat kondisi cuaca panas berpotensi memengaruhi instalasi listrik yang dapat menjadi salah satu penyebab kebakaran.
Apabila terjadi kebakaran, petugas BPBD bersama PLN akan melakukan penanganan sesuai kewenangan masing-masing. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas PLN akan melakukan pemeriksaan instalasi listrik untuk mengetahui apakah kebakaran dipicu oleh gangguan kelistrikan.
“Hasil pemeriksaan itu nantinya akan menjadi bahan edukasi kepada pemilik bangunan. Jika instalasi listrik sudah tidak layak, masyarakat diharapkan segera melakukan peremajaan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Agung Dharma Putra mengungkapkan, hingga saat ini kebakaran masih menjadi potensi bencana yang paling perlu diwaspadai selama musim kemarau. Sementara itu, untuk kondisi kekeringan di Kota Denpasar belum mengalami kondisi tersebut.
Meski demikian, BPBD menerima informasi dari Perumda Air Minum (PDAM) mengenai adanya penurunan debit air di sejumlah instalasi. Karena itu, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijaksana sebagai langkah penghematan selama musim kemarau berlangsung.
Di sisi lain, BPBD bersama Damkar juga melakukan langkah pencegahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terutama TPA Suwung. Sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran akibat cuaca panas, petugas Damkar secara berkala melakukan penyemprotan air di kawasan TPA.
“Setiap dua hari sekali dilakukan pembasahan di area TPA menggunakan mobil pemadam. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran,” jelasnya.
BPBD Denpasar mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana dengan menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk meminimalkan risiko kerugian akibat bencana. (Widiastuti/balipost)










