
AMLAPURA, BALIPOST.com – Puluhan jasa tukang ojek laris manis mendapatkan orderan penumpang pamedek, pada Minggu (7/6). Pasalnya, bulan Juni 2026 ini mulai memasuki musim upacara maajar-ajar yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali.
Salah satu jasa tukang ojek di Pura Lempuyang, I Ketut Budiarta, menuturkan, dirinya mulai turun ngojek pukul 05.00 Wita. Kebetulan pagi-pagi sudah ada pamedek yang melakukan persembahyangan. “Karena sudah ada pamedek, makanya lebih awal ngojek,” ucapnya.
Budiarta mengatakan, sehari dirinya memperoleh pendapatan sebagai tukang ojek tidak pasti. Semuanya tergantung ramai sedikitnya pamedek yang tangkil. “Kalau sepi, palingan dapat Rp 50 ribu, tapi kalau ramai bisa sampai Rp 150 ribu,” katanya sembari menyatakan, sekali angkut tarifnya sebesar Rp 10 ribu.
Tukang ojek lain, Wayan Sentana mengatakan, sampai pukul 12.00 Wita dirinya sudah mendapatkan sepuluh kai mengangkut pamedek. “Naik dapat lima kali, dan turun lima kali,” katanya.
Dia menjelaskan, selain mengangkut pamedek, dirinya juga mengangkut wisatawan. Khusus untuk wisatawan harganya dua kali lipat sekali angkut. “Kalau pamedek Rp 10 ribu, kakau wisatawan Rp 20 ribu,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, kalau dari pagi dirinya bisa mendapatkan ratusan ribu. Itupun kalau pamedeknya ramai. “Kalau ramai bisa dapat sampai Rp 200 ribu, kalau sepi kurang lebih Rp 100 ribu,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost).










