Siswa SMPN 6 Singaraja menikmati MBG yang menyajikan ayam betutu, Jumat (9/1/2026). (BP/yud)

JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengkaji kecukupan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp15 ribu per penerima.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari usai menemui Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7).

Ia mengatakan Presiden meminta seluruh opsi kebijakan dihitung dan dikaji secara menyeluruh sebelum diputuskan.

“Beliau mengatakan apakah anggaran Rp15 ribu itu sudah cukup? Silakan kaji. Jika memang tidak cukup, berapa angkanya,” kata Agustina dilansir dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Pemerintah Diminta Cermati Meningkatnya Kasus di Negara Lain

Menurut dia, arahan tersebut menjadi pedoman bagi BGN dalam menyempurnakan pelaksanaan program MBG.

“Tapi poinnya menurut saya itu hal yang sangat baik, arahan yang sangat jelas untuk kami kemudian nanti bekerja melakukan perbaikan,” kata Agustina.

Saat ditanya mengenai isu pengurangan anggaran MBG, Agustina mengatakan besaran anggaran masih dalam proses penghitungan. “Itu kan nanti dulu, kan masih dihitung dulu berarti,” katanya.

Baca juga:  Kekurangan Dapur MBG, Denpasar Terkendala Keterbatasan Lahan Bangun SPPG

Agustina juga tidak memastikan terkait adanya isu pengurangan anggaran untuk program MBG pascaevaluasi di masa libur sekolah. “Yang bilang siapa, tanya sama yang bikin berita,” katanya.

Sebelumnya, rincian anggaran per porsi MBG untuk tiap siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga kelas 3 SD sebesar Rp8.000, dan untuk siswa kelas 4 SD hingga SLTA mencapai Rp10.000. Besaran tersebut merupakan rincian biaya bahan baku, di luar biaya operasional sebesar Rp3.000 dan anggaran fasilitas Rp2.000 yang di hitung dalam setiap porsi MBG. (kmb/balipost)

Baca juga:  Pascaberkantor di Bali, Menparekraf Sebut Ini Tiga Keinginan Pelaku Pariwisata Bali
BAGIKAN