
MANGUPURA, BALIPOST.com – Kasus penculikan WNA terjadi di wilayah hukum Polresta Denpasar, Kamis (2/7). Korbannya warga negara Rusia berinisial AI (41) diculik komplotan perampok diduga WNA di Jalan Uluwatu, Pecatu, Kuta Selatan.
Setelah disekap dan disiksa sekitar 30 jam, korban dibuang di Jalan Prabu Udayana, depan RS Universitas Udayana, Jimbaran, Sabtu (4/7).
Informasi diperoleh di lapangan, Kamis (9/7), awalnya korban dihadang mobil hitam saat pulang kerja di restoran. Dua pelaku pakai sebo langsung memborgol tangan korban dan menutup kepalanya.
Selanjutnya korban dibawa ke rumah lantai 2. Di sana korban disekap, dipukul dan ditendang sekitar 30 jam.
“Korban disiksa agar menyerahkan password akun uang digital miliknya. Pelaku juga mengambil HP korban, lalu menggunakan kunci vila yang ada di dashboard motor korban. Selanjutnya pelaku untuk masuk ke vila ditempati korban dan mengambil HP lain yang berisi akun uang digital,” kata sumber.
Setelah itu korban dibawa keluar dari rumah tersebut dan dibuang di dekat RS Unud. Warga yang melihat korban langsung dibawa ke di IGD RS Unud.
“Sudah buatkan LP (laporan polisi). Tadinya itu laporan orang hilang. Setelah kita selidiki dan ternyata korban kembali. Kemudian korban dimintai keterangan. Selanjutnya tanggal 4 Juli dibuatkan laporan polisi dugaan penculikan, penganiayaan, dan pencurian dengan kekerasan. Yang diambil paksa adalah password uang digital milik yang bersangkutan (AI),” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy.
Kombes Ariasandy menjelaskan, terkait peristiwa ini, Tim Ditreskrimum Polda Bali turun ke lapangan untuk mengecek lokasi, termasuk mengidentifikasi, mengambil data record dari CCTV yang berada di sejumlah TKP. Baik CCTV yang berada di restoran, tempat korban kemudian makan, dan penculikan. “Di situ ada CCTV, kita masih menganalisa hasilnya,” ujarnya.
Termasuk di vila tempat korban menginap, TKP pembuangan dan depan Rumah Sakit Universitas Udayana. “Termasuk kami mengecek pembicaraan lewat telepon seluler di seputaran lokasi-lokasi itu untuk bisa melacak pelakunya. Saat ini anggota kami masih turun ke TKP, masih tetap melakukan penyelidikan. Kami juga berupaya untuk mendalami siapa pelaku dari hasil seluler pembicaraan di handphone maupun dari hasil analisa CCTV,” tegasnya.
Apakah ada kendala tangani kasus WNA? “Sebenarnya tidak begitu banyak kendala yang berarti. Hanya saja kami harus membutuhkan waktu untuk mengumpulkan alat bukti maupun barang bukti TKP penculikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa mengungkap kasusnya,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)










