
SINGASANA, BALIPOST.com – Capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tabanan hingga akhir Juni 2026 belum memenuhi target semester I. Dari target 109.281 orang atau 23 persen, realisasi pelayanan baru mencapai 100.686 orang atau 21,09 persen. Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan pun mempercepat pelaksanaan skrining kesehatan dengan menyasar kelompok masyarakat yang mudah dijangkau.
Sekretaris Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Wayan Arya Putra Manuaba, mengatakan capaian tersebut masih terpaut 9.135 orang atau 1,91 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan evaluasi periode 1 Januari hingga 28 Juni 2026, capaian tertinggi justru diraih kelompok anak sekolah yang mencapai 52,75 persen sehingga telah melampaui target. Sementara kelompok bayi baru lahir mencapai 34,59 persen, anak usia 0-6 tahun sebesar 22,37 persen, lansia 20,17 persen, dan kelompok dewasa baru 13,98 persen sehingga menjadi sasaran utama percepatan.
“Kelompok dewasa, lansia, dan anak usia 0-6 tahun masih perlu mendapat perhatian khusus agar target pelayanan dapat segera tercapai,” ujar dr. Arya Putra Manuaba, Minggu (5/7).
Ia menjelaskan, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala. Selain rendahnya partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan layanan CKG, puskesmas juga mengalami keterbatasan sumber daya manusia dalam melakukan input hasil pelayanan ke aplikasi Satu Sehat Indonesiaku (SSI).
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya pemeliharaan sistem SSI hingga 6 Juli 2026 sehingga pelaporan layanan belum dapat dilakukan secara optimal. Tiga puskesmas yang mencatat capaian terendah hingga 28 Juni 2026 yakni Puskesmas Kediri III, Puskesmas Marga I, dan Puskesmas Baturiti I.
Untuk mengejar target, Dinkes Tabanan menginstruksikan seluruh puskesmas mengoptimalkan pelaksanaan CKG dengan menyasar pegawai pemerintah, perangkat desa, karyawan sektor swasta, hingga guru di sekolah negeri maupun swasta. Di samping itu, setiap warga yang datang ke puskesmas diminta langsung diberikan layanan CKG sesuai ketentuan.
“Kami juga melakukan evaluasi capaian secara mingguan agar hambatan di lapangan dapat segera diatasi dan target pelayanan CKG di Kabupaten Tabanan bisa tercapai,” tegas dr. Arya Putra Manuaba. (Dewi Puspawati/balipost)










