Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Meningkatnya kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan berdampak positif terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Tabanan. Terbukti, sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Tabanan turun lebih dari 15 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, Kamis (2/7), mengatakan tindak pidana yang masih mendominasi di Tabanan yakni kejahatan 3C, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan pencurian dengan kekerasan (curas). Kendati demikian, jumlah kasus yang terjadi menunjukkan tren penurunan.

Baca juga:  Pedagang Pasar Serangan Ubah Sampah Jadi Pupuk dan Rupiah

“Jika berbicara tren angka kejahatan di Tabanan memang masih didominasi kasus 3C. Namun, dibandingkan tahun 2025, jumlah kasus menurun lebih dari 15 persen,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan tersebut tidak lepas dari semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan. Warga dinilai semakin aktif mengawasi lingkungan sekitar dan segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Kondisi tersebut ikut memperkuat upaya kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Bahkan selama setahun terakhir, Polres Tabanan tidak mencatat adanya kasus menonjol yang berdampak besar terhadap stabilitas keamanan daerah.

Baca juga:  Keris Single Malt Whisky Raih Rekor MURI, Lahirkan Single Malt Whisky Pertama di Indonesia

Meski situasi relatif aman, kepolisian tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Kewaspadaan dan sinergi antara aparat dengan masyarakat dinilai menjadi modal utama untuk menekan peluang terjadinya tindak kriminal. “Kami mengajak seluruh masyarakat terus menjaga kepedulian terhadap lingkungan. Dengan kebersamaan tersebut, keamanan dan kenyamanan di Kabupaten Tabanan dapat terus dipertahankan,” tegas Bayu Pati.(Puspawati/balipost)

BAGIKAN