
BANGLI, BALIPOST.com – Angka kriminalitas di Kabupaten Bangli menurun sepanjang semester I 2026. Meski situasi keamanan membaik, Kapolres Bangli AKBP James I.S. Rajagukguk meminta seluruh jajaran personel tidak lengah. Pesan tersebut disampaikan Kapolres saat memimpin Apel Kesiapan Pasukan Operasi Pekat Agung 2026 di Mapolres Bangli, Rabu (22/7).
Berdasarkan data Polres Bangli, situasi keamanan semester I 2026 menunjukkan tren positif dibanding periode sama tahun lalu. Total Kejahatan (Crime Total) turun 14,7 persen dari 68 kasus menjadi 58 kasus. Sementara penyelesaian Kasus (Crime Clearance) Turun 20,96 persen dari 62 kasus menjadi 49 kasus.
Meski total kasus menurun, beberapa tindak pidana masih mendominasi seperti curas 15 kasus, narkoba 13 kasus, penganiayaan 5 kasus, curanmor 5 kasus dan pengeroyokan 4 kasus. “Penurunan ini jangan membuat kita lengah. Justru harus jadi penyemangat agar Bangli semakin aman,” tegas Kapolres.
Dalam amanatnya, Kapolres menyebut Operasi Pekat Agung 2026 yang berlangsung selama 16 hari, mulai 22 Juli hingga 6 Agustus 2026 mengedepankan upaya preemtif dan preventif. Namun tetap didukung kegiatan penegakan hukum dan bantuan operasi.
“Sasaran kita jelas. Perjudian, prostitusi, peredaran miras ilegal, premanisme, dan penyalahgunaan narkoba. Ini semua meresahkan masyarakat dan harus kita tekan bersama,” tegasnya.
Menurutnya, operasi ini bukan sekadar razia. Tujuannya lebih luas yakni menjaga ketertiban dan keamanan, menekan angka kriminalitas, menegakkan norma sosial dan hukum, serta memberi efek jera kepada pelaku. (Dayu Swasrina/balipost)










