
MANGUPURA, BALIPOST.com – Kasus penganiayaan terjadi di Jalan Simpati Gang Sada, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (28/6). Pelaku yang belum diketahui identitasnya ini menganiaya pemilik warung berinisial Su (57), hingga mata kanannya luka parah dan harus menjalani operasi.
Pemicunya karena istri korban menegur keponakan pelaku saat memainkan tali pintu lipat warung.
Informasi diperoleh di lapangan, Selasa (30/6), awalnya pelaku datang ke warung bersama dua keponakannya. Saat itulah istri korban, Ha menegur salah satu keponakan pelaku karena memainkan tali pengikat pintu lipat warung.
“Istri korban cuma kasi tahu pelan-pelan agar tali pintu tersebut tidak putus. Namun pelaku tersinggung dan mengira istri korban memarahi keponakannya,” ujar sumber.
Akhirnya terjadi cekcok dan pelaku emosi dan langsung membentak Ha. Pelaku lalu menendang dus minuman dan telur. Awalnya korban hanya diam. Ia lalu menyuruh istrinya tidak meladeni pelaku. Saat pelaku mengamuk, datanglah bibinya. Pelaku langsung ditarik dan diperingatkan agar tidak membuat keributan di warung tersebut. Selanjutnya pelaku meninggalkan TKP.
Berselang beberapa menit kemudian, pelaku datang lagi sambil bawa batu. “Pelaku mendekati korban dan langsung memukul menggunakan batu. Pukulan tersebut mengenai mata kanan korban,” tegasnya.
Setelah itu, pelaku langsung kabur naik sepeda motor bersama temannya. Korban sambil menahan sakit berusaha mengejar pelaku tapi gagal.
Melihat kejadian itu, warga berdatangan ke TKP. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Murni Teguh, Kuta. Karena memerlukan visum dan penanganan lebih intensif, korban dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar.
Setelah menjalani pemeriksaan dan CT Scan, korban harus operasi untuk pengangkatan bola mata kanannya. Tujuannya untuk mencegah resiko infeksi yang dikhawatirkan dapat menjalar ke mata sebelah kiri. Pasalnya bola mata korban sudah rusak akibat benturan. Akhirnya keluarga korban menyetujui operasi tersebut. Peristiwa penganiayaan tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Kuta, Senin (28/6).
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan adanya kejadian tersebut. “Masih tahap penyelidikan oleh anggota Polsek Kuta dan dibantu Polresta, Denpasar,” ujarnya. (Kerta Negara/balipost)










