Gedung Pasar Loka Crana yang kini jadi kantor bersama Pemkab Bangli. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Deretan kios di Gedung Loka Crana, Bangli, sisi selatan hingga kini masih dibiarkan kosong dan belum dimanfaatkan. Kondisi itu terjadi sejak para pedagang direlokasi ke Pasar Kidul sekitar 2023 lalu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Nasrudin yang dikonfirmasi, Minggu (28/6), membenarkan bahwa sampai saat ini kios tersebut masih kosong. “Sementara belum dimanfaatkan,” ujar Nasrudin.

Dikatakan bahwa eks kios pedagang tersebut tidak akan lagi digunakan untuk tempat berjualan, melainkan dialihkan sebagai kantor. Meski demikian, Nasrudin mengaku belum bisa memastikan instansi mana saja yang akan menempati eks kios tersebut. Pihaknya masih menunggu instruksi dan arahan lebih lanjut dari pimpinan daerah. “Nanti semua akan berubah fungsi jadi perkantoran. Bukan untuk kios lagi rencananya,” imbuhnya.

Baca juga:  Kembali Tabanan Laporkan PDP Belum Keluar Hasil Swab Meninggal, Dikubur Sesuai Protap COVID-19

Terkait jumlah unit yang kosong, Nasrudin memperkirakan ada kurang dari 20 kios di sisi selatan gedung. Diungkapkan bahwa rencananya pada anggaran induk ini akan dilakukan rehab kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Bangli. Namun, mengenai apakah kios di sisi selatan akan terserap untuk perluasan kantor Brida, Nasrudin belum bisa memastikan.

Sebagaimana yang diketahui pada 2022 lalu, Pemkab Bangli melakukan penataan pada Pasar Loka Crana dengan merombak deretan kios di sisi utara untuk perkantoran. Saat ini terdapat empat OPD yang berkantor di sana yakni Disdukcapil, BKPAD, Brida dan Disperindag. Selain itu, Perumda Bhukti Mukti Bhakti (BMB) juga memanfaatkan beberapa kios di areal itu sebagai kantor.

Baca juga:  Beberapa Perwira TNI Dapat Promosi, Letjen Cantiasa Dimutasi dari Waka BIN

Di tahun 2023 pemkab ada rencana melakukan penataan lanjutan pada deretan kios di sisi selatan. Sehubungan rencana itu, sejumlah pedagang kain yang menempati kios direlokasi ke Pasar Kidul. Namun penataan batal dilakukan dan hingga kini kios dibiarkan kosong. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN