Rakerprov IMI Bali 2026 yang dihadiri oleh Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau yang akrab disapa Gung Cok, mewakili KONI Bali (nomer 4 dari kiri) dan Ketua Umum Pengprov IMI Bali, I Gusti Ngurah Anom atau yang lebih dikenal sebagai Ajik Krisna (nomer 3 dari kiri) di Denpasar, Rabu (24/6). (BP/suk)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan prestasi olahraga otomotif sekaligus berkontribusi dalam perolehan medali Bali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Tekad tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) IMI Bali 2026 yang berlangsung di Denpasar, Rabu (24/6).

Rakerprov yang dihadiri jajaran pengurus IMI Bali dibuka oleh Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau yang akrab disapa Gung Cok, mewakili KONI Bali. Hadir pula Ketua Umum Pengprov IMI Bali, I Gusti Ngurah Anom atau yang lebih dikenal sebagai Ajik Krisna.

Dalam sambutannya, Gung Cok menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang terarah guna mempersiapkan atlet-atlet otomotif Bali menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON hingga PON 2028.

“Kami berharap IMI Bali mampu meloloskan nomor-nomor yang memiliki peluang besar meraih medali. Cabang olahraga motocross misalnya, memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Melalui Rakerprov ini kami berharap lahir program-program yang mampu mengantar Bali meraih prestasi terbaik di PON 2028,” ujar Gung Cok.

Ia juga mengapresiasi tata kelola organisasi IMI Bali yang dinilai berjalan baik. Selain itu, KONI Bali mendorong agar lebih banyak kejuaraan nasional otomotif digelar di Pulau Dewata guna mendukung pengembangan sport tourism yang kini menjadi salah satu sektor unggulan daerah.

Baca juga:  Diduga Bakar Rumah, ODGJ Dilarikan ke RSUJ Bangli

Sementara itu, Ketua Umum IMI Bali, Ajik Krisna, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang dinilainya tetap solid sehingga agenda Rakerprov dapat terlaksana dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Ajik Krisna juga mengungkapkan progres rencana pembangunan sirkuit road race di Kabupaten Buleleng. Sirkuit tersebut akan dibangun di atas lahan seluas enam hektare yang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali.

Menurutnya, keberadaan sirkuit menjadi kebutuhan mendesak bagi perkembangan olahraga balap motor di Bali yang selama ini memiliki banyak talenta muda potensial namun masih terbatas dari sisi fasilitas.

“Saya menyambut sangat positif dukungan lahan dari Pemprov Bali. Kami ingin segera mewujudkan sirkuit ini agar menjadi pusat pembinaan atlet dan penyelenggaraan kejuaraan balap motor di Bali,” kata Ajik Krisna.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengalokasikan dana sekitar Rp1 miliar untuk mendukung pembangunan sirkuit yang berlokasi di kawasan Lumbanan, Buleleng. Namun, saat ini pembangunan masih terkendala akses jalan menuju lokasi.

Baca juga:  Pereli Nasional Gerry Turun di Bali

IMI Bali telah melakukan komunikasi dengan pemilik lahan yang akan dibebaskan untuk akses jalan selebar delapan meter menuju kawasan sirkuit. Setelah proses pembebasan selesai, pembangunan akses jalan direncanakan akan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Meski belum dapat memastikan target penyelesaian proyek tersebut, Ajik Krisna berharap pembangunan dapat dipercepat sehingga berbagai event road race nasional maupun regional bisa segera digelar di Bali Utara.

Menurutnya, keberadaan sirkuit tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan pariwisata di Buleleng.

“Potensi atlet balap motor Bali sangat besar. Mereka membutuhkan venue yang layak untuk latihan dan bertanding. Kami ingin menyiapkan atlet-atlet terbaik Bali sejak sekarang agar pada PON 2028 mampu bersaing dan meraih medali. Targetnya tentu emas, meskipun minimal bisa menyumbangkan medali bagi Bali,” tegasnya.

Ajik Krisna menambahkan, jika sirkuit sudah beroperasi dan rutin menggelar kejuaraan, maka akan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan dan pelaku olahraga dari berbagai daerah. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh pelaku UMKM, sektor perhotelan, kuliner hingga jasa transportasi di kawasan Bali Utara.

Baca juga:  Elpiji 3 Kg Langka Beberapa Hari Terakhir, Warga Kesulitan Membeli

Sementara itu, Ketua Panitia Rakerprov IMI Bali, WS Artha, mengakui bahwa hingga saat ini cabang olahraga otomotif belum mampu memberikan kontribusi medali emas bagi Bali di ajang nasional. Namun hal tersebut justru menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pengurus untuk melakukan evaluasi dan menyusun program pembinaan yang lebih efektif.

“Kami menyadari tantangan yang ada. Karena itu melalui Rakerprov ini kami melakukan evaluasi menyeluruh dan merancang program yang lebih terukur. Harapannya, ke depan IMI Bali mampu menjawab harapan KONI Bali dan memberikan kontribusi prestasi yang lebih besar, termasuk meraih medali di PON 2028,” ujar WS Artha.

Rakerprov IMI Bali 2026 pun menjadi momentum penting bagi organisasi otomotif tersebut untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas kompetisi, sekaligus mempercepat terwujudnya infrastruktur balap yang diharapkan mampu melahirkan generasi pembalap berprestasi dan mengharumkan nama Bali di tingkat nasional. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN