
DENPASAR, BALIPOST.com – Dua pelajar asal Bali berhasil terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2026 setelah mengikuti rangkaian seleksi di tingkat pusat. Mereka adalah I Made Dwi Sathya Kurniawan dari SMAN 1 Kuta Utara, Kabupaten Badung, dan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani dari SMAN 1 Kubu, Kabupaten Karangasem.
Keduanya terpilih mewakili Bali setelah mengikuti seleksi nasional yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Jakarta pada 15–19 Juni 2026. Hasil seleksi diumumkan langsung oleh BPIP secara terbuka melalui kanal resmi lembaga tersebut.
Sebelumnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali menetapkan tiga pasang calon Paskibraka terbaik untuk mengikuti seleksi tingkat nasional. Mereka dipilih berdasarkan hasil seleksi berjenjang yang meliputi aspek fisik, kesehatan, wawasan kebangsaan, kepribadian, hingga kemampuan baris-berbaris.
Untuk kategori putra, tiga peserta yang dikirim ke Jakarta yakni I Made Dwi Sathya Kurniawan dari SMAN 1 Kuta Utara, Gusti Ngurah Agung Avara Sastrawan Wibisana dari SMAN 3 Denpasar, dan Kadek Pandu Ari Capriano dari SMAN 1 Melaya, Kabupaten Jembrana.
Sementara itu, tiga peserta putri yang mengikuti seleksi nasional adalah Vadeline Angelia dari JB School Badung, Ni Luh Made Pradnya Dewi Paramita dari SMK Triatmajaya Tabanan, serta Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani dari SMAN 1 Kubu Karangasem.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Bali, I Komang Kusumaedi, mengatakan seluruh peserta yang dikirim Bali menunjukkan performa yang sangat baik selama mengikuti seleksi di Jakarta.
“Ketiga pasang calon Paskibraka nasional yang kami kirim memiliki kemampuan dan performa yang sangat baik. Mereka telah melalui proses pembinaan dan pelatihan sebelumnya. Semuanya memiliki peluang yang sama dan memenuhi kualifikasi untuk menjadi Paskibraka nasional,” ujarnya, Senin (22/6).
Menurutnya, terpilihnya satu pasang wakil Bali merupakan keputusan tim seleksi pusat berdasarkan penilaian menyeluruh selama proses seleksi nasional berlangsung. Namun demikian, peserta lain yang belum terpilih tetap menjadi bagian dari Paskibraka Provinsi Bali Tahun 2026.
“Dua pasang peserta yang belum terpilih di tingkat nasional akan bertugas sebagai Paskibraka Provinsi Bali. Mereka tetap merupakan putra-putri terbaik yang telah lolos seleksi ketat dan layak mendapat apresiasi,” tegasnya.
Kusumaedi menjelaskan, dua pelajar yang lolos ke tingkat nasional kini tinggal menunggu surat pemanggilan resmi untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Jakarta. Mereka nantinya akan dipersiapkan untuk bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat nasional.
Sementara itu, Kesbangpol Bali juga mulai menyiapkan pemusatan pendidikan dan pelatihan bagi 72 anggota Paskibraka Provinsi Bali Tahun 2026. Pelatihan dijadwalkan berlangsung mulai 28 Juli hingga 18 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya, Kesbangpol Bali akan bekerja sama dengan unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), serta sejumlah pelatih yang telah berpengalaman dalam pembinaan Paskibraka.
“Kami berharap seluruh peserta, baik yang bertugas di tingkat nasional maupun provinsi, tetap menjaga semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Mereka adalah putra-putri terbaik Bali yang akan mengemban tugas kehormatan sebagai pengibar bendera Merah Putih,” katanya.
Keberhasilan I Made Dwi Sathya Kurniawan dan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani lolos ke tingkat nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali. Keduanya diharapkan mampu menjalankan tugas dengan baik serta mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. (Ketut Winata/balipost)










