Suasana di Jatiluwih yang menghadapi persoalan lahan parkir saat ramainya kunjungan. (BP/Istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Kemacetan yang kerap terjadi di kawasan DTW Jatiluwih di setiap event pariwisata ataupun saat kunjungan wisatawan meningkat mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tabanan. Rencananya, pembangunan kantong parkir terpadu akan ditargetkan terealisasi pada akhir 2026 hingga 2027.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, di sela sela Festival Jatiluwih, Sabtu (21/6), mengatakan penataan parkir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Selama ini, kondisi jalan utama menuju kawasan Jatiluwih yang relatif sempit ditambah minimnya lahan parkir sering memicu kepadatan kendaraan, terutama saat berlangsung berbagai event pariwisata.

Baca juga:  Urai Kemacetan ke Bali, ASDP Tambah Kapal di Gilimanuk-Ketapang

Menurutnya, ke depan seluruh kendaraan wisatawan akan dipusatkan di satu lokasi parkir khusus. Selanjutnya, pengunjung diantar menuju kawasan wisata menggunakan kendaraan shuttle seperti buggy.

“Konsep ini kami siapkan agar kawasan Jatiluwih tidak lagi dipadati kendaraan dan wisatawan tetap nyaman menikmati keindahan alamnya,” ujarnya.

Sanjaya menegaskan, penataan parkir terpadu juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian Jatiluwih sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan lingkungan. Dengan berkurangnya kendaraan yang masuk ke kawasan inti, diharapkan kualitas lingkungan dan kenyamanan wisatawan dapat tetap terjaga.

Baca juga:  Sebelas Pejabat Berebut Kursi Kepala OPD di Tabanan

Meski demikian, realisasi proyek tersebut masih menunggu kesepakatan seluruh pihak, mulai dari masyarakat, tokoh adat atau pengempon pura, hingga pemerintah. Saat ini komunikasi dan pembahasan terkait lokasi serta pola pengelolaan masih terus dilakukan.

“Semua pihak harus duduk bersama sehingga ditemukan solusi terbaik. Mudah-mudahan target pembangunan parkir terpadu ini bisa tercapai sesuai rencana,” katanya.

Persoalan parkir memang masih selalu jadi kendala klasik di Jatiluwih. Saat kunjungan wisata meningkat, kendaraan sering menumpuk di sepanjang jalur utama sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Baca juga:  Kemenpar Promosikan Pameran Adiwastra Nusantara 2017

Adanya kantong parkir terpadu nantinya diharapkan menjadi solusi jangka panjang mewujudkan tata kelola pariwisata yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN