
MANGUPURA, BALIPOST.com – Kemacetan menuju kawasan wisata Uluwatu yang selama ini dikeluhkan wisatawan dan masyarakat akhirnya mendapat solusi nyata dari Pemerintah Kabupaten Badung.
Selain membangun jalan lingkar barat dan menerapkan perubahan arus lalu lintas, kini Pemkab Badung tengah membangun jalan alternatif baru yang menghubungkan kawasan Uluwatu menuju Pantai Melasti di Desa Ungasan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas menuju destinasi wisata unggulan di Bali Selatan, khususnya kawasan Uluwatu yang dikenal sebagai magnet wisata dunia.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pembangunan jalan baru tersebut saat ini sedang berlangsung dan diharapkan mampu menghubungkan Desa Pecatu, Uluwatu, hingga Pantai Melasti secara lebih efisien. Ia menyebut, kehadiran jalur alternatif ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menuju kawasan Uluwatu.
“Kebetulan Uluwatu ini kan salah satu destinasi primadona ya, dengan atraksi kecaknya yang banyak juga memberikan kontribusi pendapatan kepada Badung ini,” ujarnya.
Selama ini, akses menuju Pura Luhur Uluwatu kerap mengalami kepadatan, terutama pada jam-jam tertentu. Kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh wisatawan yang ingin menikmati pertunjukan tari kecak, tetapi juga umat Hindu yang hendak melakukan persembahyangan.
Adi Arnawa mengakui, persoalan kemacetan di kawasan Pecatu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menargetkan permasalahan tersebut dapat teratasi secara signifikan paling lambat pada awal tahun 2028. “Mungkin dalam 2027 akhir, 2028 awal, mungkin itu akan bisa diatasi. Tentu di luar itu semua,” ungkapnya.
Tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur jalan, Pemkab Badung juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut. Selain itu, pemerintah mulai mendorong penggunaan transportasi publik sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Menurut Adi Arnawa, jalur baru yang sedang dibangun juga akan mempertimbangkan penyediaan jalur khusus untuk moda transportasi publik. Hal ini diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
“Pelan-pelan saya akan juga mendorong moda transportasi publik, makanya nanti jalur jalan yang kita akan siapkan ini, kemungkinan juga akan kita siapkan jalur khusus untuk transportasi publik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa transportasi publik yang akan disiapkan mengarah pada penggunaan kendaraan listrik. Saat ini, pemerintah masih melakukan kajian terkait kapasitas serta sistem operasional yang tepat untuk mendukung layanan tersebut.
“Tidak semua orang untuk menuju akses Uluwatu harus dengan mobil pribadi, tapi mobil moda transportasi publik juga ada. Karena hanya dengan bangun jalan juga tidak cukup tanpa ada diimbangi dengan kita membangun transportasi publik ini,” imbuhnya. (Parwata/balipost)










