
NEGARA, BALIPOST.com – Keluhan warga Kelurahan Gilimanuk terkait masih adanya bus berukuran besar yang melintasi gang kecil menuju Pelabuhan Gilimanuk kembali mencuat. Kendaraan tersebut dinilai mengganggu lingkungan permukiman dan dikhawatirkan merusak sejumlah fasilitas.
Padahal, sebelumnya telah dilakukan kesepakatan bersama antara pihak terkait agar kendaraan besar tidak lagi menggunakan akses jalan lingkungan sebagai jalur alternatif untuk menghindari antrean menuju pelabuhan.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan kampung yang semakin cepat rusak akibat dilalui kendaraan besar. Selain itu, kabel-kabel utilitas yang melintang di beberapa titik juga kerap tersangkut kendaraan hingga mengalami kerusakan.
Pengemudi memilih jalur tersebut untuk menghindari kepadatan antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Pada Sabtu (20/6) malam, arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mengalami antream hingga ke jalan utama di depan pasar.
Alhasil beberapa kendaraan memilih arus masuk ke Pelabuhan lewat gang kecil yang saat arus lebaran dan Nataru digunakan untuk pengalihan arus khusus mobil pribadi.
Dari catatan Balipost, sebenarnya telah beberapa kali dibahas bersama berbagai pihak. Bahkan telah disepakati agar kendaraan besar tidak lagi melintas di kawasan permukiman karena dampaknya cukup meresahkan warga.
Selain merusak jalan lingkungan, keberadaan bus-bus besar di gang sempit juga berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya serta mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Namun saat ini kembali bus-bus terutama bus malam antarprovinsi masuk jalan kecil tersebut.
Warga berharap pengawasan terhadap kendaraan yang menuju Pelabuhan Gilimanuk dapat diperketat sehingga jalan lingkungan kembali berfungsi sebagaimana mestinya tidak menjadi jalur alternatif kendaraan besar. (Surya Dharma/balipost)










