Screenshot video remaja berkelahi. (BP/Ist)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Video yang memperlihatkan aksi perkelahian dua remaja putri di kawasan Jalan Gunung Lempuyang, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng, viral di media sosial. Peristiwa yang diduga terjadi beberapa waktu lalu itu kini tengah diselidiki jajaran Polsek Kota Singaraja. Polisi juga berencana memanggil para pihak yang terlibat untuk dimintai keterangan.

Video berdurasi 59 detik yang diunggah salah satu akun media sosial itu memperlihatkan dua remaja putri terlibat duel, masing-masing mengenakan pakaian berwarna hitam dan putih. Perkelahian tersebut disaksikan sejumlah rekan mereka yang berada di lokasi.

Dalam rekaman video, remaja berbaju hitam sempat terjatuh hingga menangis. Bahkan terdengar suara yang menyebut korban sempat mengompol akibat penganiayaan yang dialaminya. Setelah perkelahian berakhir, remaja berbaju putih terlihat mengambil air kotor di jok motor dan menyiramkannya ke arah lawannya.

Baca juga:  Penahanan Calon Anggota DPD Dipindah ke Rutan Brimob

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Gede Juli, dikonfirmasi, Minggu (21/6), membenarkan, adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, polisi telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi maupun penyebab perkelahian.

“Benar, kasus ini sedang kami tangani. Kami masih melakukan penyelidikan dan belum dapat memastikan motif atau penyebab perkelahian tersebut,” ujarnya.

Selain itu, polisi juga akan memanggil kedua remaja yang terlibat beserta pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi. Pemanggilan dijadwalkan berlangsung pada Selasa atau Rabu pekan depan.

“Kami akan memanggil para pihak yang terlibat untuk dimintai keterangan. Setelah itu baru dapat diketahui secara jelas bagaimana kronologi maupun penyebab kejadian,” imbuhnya.

Baca juga:  Polisi Didesak Usut Tuntas Pencurian Besi Pembatas Jembatan Merah PKB

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus pengacara, Gede Pasek Suardika, menilai fenomena tersebut menjadi perhatian bersama. Menurutnya, perkelahian antar remaja bukan hal baru. Namun, cara penyelesaiannya saat ini dinilai sudah jauh berbeda dibandingkan masa lalu.

“Dulu kalau ada masalah di kalangan anak muda, biasanya berkelahi satu lawan satu. Teman-temannya hanya mengantar, selesai berkelahi langsung didamaikan. Bahkan banyak yang akhirnya bersahabat,” katanya.

Ia mengatakan, perkelahian dalam video memang masih dilakukan satu lawan satu. Namun, tindakan menyiram air kotor kepada lawan setelah perkelahian usai dinilai tidak menunjukkan sikap sportif.

“Kalau sudah selesai seharusnya dipisahkan. Jangan malah dipermalukan dengan menyiram air kotor. Itu tidak baik dan jauh dari ciri khas anak-anak Singaraja yang menjunjung sportivitas,” ujarnya.

Baca juga:  Sejumlah Korban Pelecehan Seksual Kontes Kecantikan Bertemu Menteri PPPA

Menurut Gede Pasek, energi para remaja semestinya diarahkan ke kegiatan yang lebih positif, seperti olahraga atau bela diri yang memiliki wadah pembinaan. Dengan demikian, kemampuan mereka dapat disalurkan menjadi prestasi, bukan sekadar menjadi tontonan di media sosial.

Ia juga menilai pengawasan terhadap remaja saat ini menjadi tantangan tersendiri karena banyak orang tua disibukkan dengan pekerjaan. Kondisi tersebut membuat anak-anak lebih banyak mencari lingkungan pergaulan sendiri.

“Karena itu keluarga, lingkungan, maupun sekolah harus memperbanyak kegiatan positif bagi remaja. Jangan sampai mereka memiliki waktu luang yang akhirnya digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif,” tandasnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN