Dinas Pertanian Gianyar akan menggandeng Brida serta BRIN untuk melakukan riset untuk varietas padi mansur di Subak Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang. (BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Subak Timbul yang terletak di Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, memiliki potensi pertanian yang sangat menjanjikan. Subak ini secara turun-temurun telah mengembangkan varietas padi lokal yang unik, baik dari segi aroma maupun tekstur beras. Masyarakat sekitar biasanya menyebut varietas ini dengan padi mansur.

​Plt. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gianyar, Wayan Suarta, Kamis (18/6), mengungkapkan bahwa saat ini varietas lokal tersebut memang belum memiliki nama resmi yang mewakili kondisi morfologis maupun ciri khas rasa dan fisiknya. Oleh karena itu, pihaknya berencana menggandeng Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan riset lebih mendalam.

Baca juga:  Begini, Kronologi Dua Warga Tewas Disambar Petir saat Panen Padi

​”Ke depan, kami akan bekerja sama dengan Brida dan BRIN untuk melakukan riset dan pengkajian lebih lanjut guna menggali asal-usul varietas lokal ini. Setelah penelitian selesai, baru kami akan memberikan nama resmi sekaligus melakukan launching untuk varietas tersebut,” ujar Suarta.

​Keunikan dari padi mansiur ini ternyata menarik perhatian masyarakat Jepang karena teksturnya yang dinilai mirip dengan beras di negeri sakura tersebut. Saat ini, perwakilan dari Universitas Waseda Jepang, Ms. Yuriko turut terlibat dalam tim kerja sama untuk melakukan penelitian, pengkajian, sekaligus upaya pengembangan masyarakat di Subak Timbul.

Baca juga:  Mudahkan Perjalanan Internasional, Jepang akan Perkenalkan Paspor Vaksin

​Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Gianyar, Ni Made Yuliani Putri, S.P. menambahkan bahwa kerja sama ini bertujuan agar hasil panen Subak Timbul bisa dipasarkan secara komersial dengan kemasan yang representatif. Saat ini, beras hasil produksi Subak Timbul telah dikemas dengan merek “Timbul Harmoni.”

​”Kami juga mendapatkan bantuan alat penyosohan (penggilingan) padi, sehingga hasil panen di sini bisa langsung diselip dan diproses menjadi beras Timbul Harmoni yang sudah dikemas rapi. Pemasarannya dibantu oleh pihak Jepang, dengan target utama warga negara Jepang yang tinggal di Bali maupun di Indonesia,” jelas Yuliani Putri. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Jepang Tuding Tiga Negara Bertanggung Jawab Atas Ancaman Siber
BAGIKAN