Gerakan pangan murah yang dipusatkan di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6). (BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) mengambil langkah cepat untuk mengamankan daya beli masyarakat. Pemkab Gianyar menggelar gerakan pangan murah (GPM) yang dipusatkan di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6).

​Kegiatan strategis ini melibatkan 25 peserta dari berbagai unsur, mulai dari UMKM, BUMD, kelompok tani, Bulog, hingga pelaku usaha pangan lokal. Langkah ini sengaja diambil guna menjaga stabilitas pasokan dan menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari raya.

Baca juga:  Galungan, Polresta Bagi Daging ke Warga Kurang Mampu

​Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, Ir. I Gusti Agung Sri Widyawati menjelaskan bahwa gerakan pangan murah ini merupakan instrumen penting pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan inflasi di tingkat daerah.

​”Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang memadai menjelang hari raya. Stabilitas pangan menjadi prioritas agar masyarakat merasa tenang dan daya beli tetap terjaga,” ujarnya.

​Dalam gelaran GPM ini, masyarakat Gianyar dapat menebus berbagai komoditas penting dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di pasar konvensional. Beberapa bahan pokok yang disediakan antara lain beras, minyak goreng, dan gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, buah-buahan segar, serta aneka produk pangan olahan untuk persiapan ritual hari raya.

Baca juga:  Tekan Inflasi Harga Saat Galungan, Pemkab Badung Gelar Pasar Murah dan Promotani

​Selain membantu meringankan beban ekonomi warga, program ini juga berfungsi sebagai wadah yang mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung. Dengan melibatkan langsung kelompok tani dan distributor, rantai pasok (distribusi) dapat dipangkas secara signifikan sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi jauh lebih kompetitif.

​Sri Widyawati menambahkan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya sangat krusial dalam menjaga keseimbangan pasar, khususnya pada periode high season seperti menjelang hari besar keagamaan Hindu di Bali.

Baca juga:  Badung Target Bangun Taman Bermain Layak Anak di Setiap Kecamatan

​Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga Gianyar yang sangat tinggi. Sejak pagi hari, masyarakat sudah memadati area alun-alun untuk mengantre sembako murah. ​Melihat tingginya permintaan dan kebutuhan masyarakat yang besar akan sarana upacara, pelaksanaan GPM khusus untuk komoditas buah-buahan diputuskan untuk diperpanjang selama dua hari yakni 11 hingga 12 Juni 2026. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN