Petugas sedang mengoperasikan mesin insinerator TPA Linggasana, Desa Bhuanagiri, Kecamatan Bebandem. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Volume sampah di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan hingga 2 ton saat Hari Raya Galungan.

Kabid Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem, I Made Yusta Dwi Mertha mengatakan, peningkatan sampah di wilayah perkotaan saat Hari Raya Galungan tersebut didominasi oleh sampah organik bekas upacara seperti sisa canang dan sejenisnya.

“Volume sampah di wilayah perkotaan mengalami peningkatan sejak penampahan hingga hari raya Galungan. Dari sebelumnya yang hanya sekitar 29 ton sehari menjadi 31 ton sehari. Peningkatannya 1-2 ton,” ujarnya.

Baca juga:  Mengenang Raja Gianyar, PMK Gelar Bedah Buku

Menurut Yusta Dwi Mertha, untuk melakukan pengangkutan sampah tersebut, pihaknya tidak ada melakukan penambahan petugas karena masih mengalami keterbatasan. Sehingga hanya mengoptimalkan yang bertugas hari itu saja.

“Kami maksimalkan petugas yang ada, tapi untuk mengoptimalkan pengangkutan sampah ke TPA ada tiga truk yang kami minta untuk melakukan pengangkutan dua kali dalam sehari sejak dua hari yang lalu,” jelasnya.

Dia menjelaskan, semenjak diterapkannya pemilahan sampah antara organik dan plastik serta jadwal pengambilannya juga disesuaikan. Volume sampah yang masuk ke TPA Linggasana mengalami penurunan tiap harinya. Dulu saat masih berupa sampah campuran bisa mencapai 35-40 ton dalam sehari kini hanya 29 ton. (Eka Parananda/balipost).

Baca juga:  TPS3R Desa Gelgel Kelola Sampah Jadi Pupuk Kascing Hingga Paving
BAGIKAN