Pembeli memilih buah di salah satu pedagang di Pasar Tradisional di Denpasar. Menjelang Hari Raya Galungan, Umat Hindu di Bali menyiapkan sarana dan prasarana untuk perayaan, seperti halnya buah. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com -Di tengah tingginya nilai tukar dolar terhadap rupiah, beberapa jenis buah impor sudah mengalami kenaikan. Demikian permintaan jelang Galungan dan Kuningan ini masih lesu yang biasanya sudah ramai sejak sebelum rahinan sugihan.

Saat dilakukan pemantuan di Pasar Badung, Kamis (11/6), salah seorang pedagang buah Sang Ayu Anggawati mengatakan, jenis buah impor yang mengalami kenaikan yakni lemon dari Rp50.000 per kilogram menjadi Rp60.000 per kilogram. Kemudian Kelengkeng impor yang sebelumnya Rp70.000 per kilogram naik menjadi Rp100.000 per kilogram. Demikian juga untuk buah impor lainnya harga jual masih normal seperti hari-hari biasa. “Yang lainnya harga masih normal. Belum ada kenaikan,” katanya.

Baca juga:  Klungkung Rapid Test Sasar Pedagang di 2 Pasar Tradisional, Hasilnya Seperti Ini

Namun demikian, permintaan diakuinya masih sepi saat ini. Biasanya permintaan sudah mulai ramai dari jelang sugihan atau sekitar H- seminggu Galungan. “Saat ini masih sepi. Kalau Galungan sebelumnya (enam bulan lalu), jelang sugihan sudah mulai ramai,” terang Sang Ayu.

Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya di pasar yang sama, Jro Wiwik. Dia mengatakan, penjualan masih sepi saat ini. Terutama permintaan untuk hari raya belum dirasa ada geliat. “Kalau permintaan untuk hari raya sepertinya belum, ini penjualan masih normal saja. Lebih banyak dibawa ke langganan di hotel-hotel dan restoran,” katanya.

Baca juga:  Pasokan Modal Rendah, Penggilingan Padi Lesu

Menurut Jro Wiwik, minimnya permintaan kemungkinan dikarenakan beberapa faktor. Seperti banyaknya pedagang-pedagang baru di luaran atau pinggir jalan saat ini. Selain itu menurutnya karena perekonomian di tengah kebutuhan masyarakat yang tinggi.

“Apalagi memasuki tahun ajaran baru ya. Kebutuhan anak sekolah banyak, jadi masyarakat menekan belanja,” ujarnya.

Disinggung terkait harga, terutama untuk buah impor yang dikarenakan harga dolar tinggi, Jro Wiwik mengaku belum begitu terpengaruh. Dia mengaku kenaikan cuma terjadi pada buah lemon dari sebelumnya Rp50.000 per kilogram menjadi Rp60.000 per kilogram. Sementara produk lainnya diakui masih normal. Seperti jenis apel fuji masih Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram, apel pear masih Rp30.000 per kilogram.

Baca juga:  Koster akan Fokus Sejahterakan Rakyat Bali

“Kalau kenaikan belum begitu ya. Dari suplayer belum ada menaikan. Mungkin karena sudah nyetok sebelum kenaikan harga dolar. Mereka kan sudah tau kebutuhan kita berapa, jadi sudah distok jauh-jauh hari,” imbuhnya. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN