Uji coba pirolisis di TOSS Karangdadi, Kusamba, Selasa (9/6). (BP/istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra dan Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Dewa Aswin melakukan uji coba alat pengolah sampah pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) di Banjar Karangdadi, Desa Kusamba, Dawan, Klungkung, Selasa (9/6).

Uji coba alat pirolisis dilakukan karena sebagian pemasangan alat tersebut telah dirampungkan oleh pihak ketiga.

Pada uji coba tersebut, petugas teknis memasang alat dan memberikan penjelasan secara detail, mulai dari datangnya truk membawa sampah, pemilahan, hingga memasukkan sampah ke dalam alat pirolisis dengan cara yang masih cara manual. Semua sampah bisa dimasukkan, termasuk ban bekas. Hanya pecahan kaca yang tidak bisa dan tidak boleh dimasukkan dalam alat pirolisis.

Baca juga:  Suasana Nyepi Disenangi Turis Penekun Spiritual

Bupati Satria dan Wabup Tjok Surya juga mendapat kesempatan melihat hasil pengolahan sampah berupa kawat, abu, arang, dan minyak olahan yang bisa dijadikan bahan bakar mesin.

Bupati Satria mengatakan, untuk mengatasi masalah sampah pihaknya bekerja sama dengan pihak ketiga. Pihak ketiga memberikan alat pengolahan sampah pirolisis dan dipasang di TOSS Karangdadi, Desa Kusamba. Kini, alat tersebut sudah sebagian dipasang dan mulai diujicobakan.

Baca juga:  Kualitas Udara Pengaruhi Pariwisata, Bali Bisa Ditinggalkan

Untuk diketahui, pirolisis adalah proses dekomposisi termokimia suatu bahan organik melalui pemanasan pada suhu tinggi (biasanya 300°C hingga 800°C) dalam lingkungan tanpa atau dengan sedikit oksigen. Proses ini memecah rantai molekul material menjadi tiga produk utama bernilai guna berupa cairan (bio-oil), gas sintetis (syn gas) dan residu padat arang/biochar).

Disinggung soal polusi udara, Bupati Satria menjelaskan, relatif kecil bahkan cenderung tidak ada. Sebab, tidak ada asap dalam proses pirolisis karena sudah diproses menjadi uap dan cepat terurai di udara. “Pengolahan sampah ini melalui proses sehingga tidak keluar asap, tetapi berupa uap,” katanya.

Baca juga:  Garuda Indonesia Tambah Dua Outlet Layanan Pengiriman Barang di Bali

Diharapkan dengan adanya pirolisis ini akan bisa mengatasi masalah sampah yang ada di Kabupaten Klungkung. “Alat pengolahan sampah dengan sistem pirolisis ini pertama kali di Bali, bahkan di Indonesia. Mudah-mudahan bisa mengatasi masalah sampah,” katanya sembari menambahkan bahwa untuk tenaga yang akan mengoperasikan alat pirolisis ini sudah dilatih tenaga lokal Desa Kusamba. (Agung Yuliantara/denpost)

 

BAGIKAN