Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup menguat dipicu oleh rencana program buyback saham-saham berkapitalisasi pasar besar (bigs caps) BUMN dan ditambah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

IHSG ditutup menguat 404,51 poin atau 7,57 persen ke posisi 5.746,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 42,24 poin atau 8,01 persen ke posisi 569,32.

“Pembahasan dan rencana buyback saham big caps seperti (anggota) Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yang direncanakan menjadi sentimen utama,” ujar Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajnawi di Jakarta, Selasa (9/6) dilansir dari Kantor Berita Antara.

Dalam konferensi pers pada Selasa pagi, terdapat pembahasan antara DPR RI, Danantara Indonesia, Himbara, BPJS, serta asuransi BUMN soal rencana program buyback saham-saham bank Himbara.

Baca juga:  Kredit Perbankan Tumbuh 9,69 Persen pada 2025

“Rapat DPR sama Kementerian BUMN, Danantara, dan Himbara bersama berkoordinasi menjaga stabilitas saham-saham tersebut di tengah tekanan dan gejolak dari sentimen global maupun domestik,” ujar Arjun.

Kemudian, pada perdagangan sesi II hari ini, Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan BI-Rate sebesar 25 bps ke level 5,50 persen, sebagai upaya memperkuat stabilitas kurs rupiah.

Langkah tersebut dinilai menegaskan prioritas kebijakan kembali ke penguatan nilai tukar dan jangkar inflasi, sekaligus meningkatkan daya tarik aliran dana portofolio ke Indonesia.

Selain itu, kenaikan indeks ditopang oleh saham-saham sektor komoditas seiring dengan pemerintah yang memastikan tidak ada mekanisme gross split dalam skema ekspor.

Kekhawatiran pasar bahwa eksportir wajib menyerahkan sebagian hasil ekspor ke perantara negara mulai mereda, yang mana risiko gangguan ke arus kas eksportir berkurang.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Sekolah di Bali Bersiap Skema Hibrid hingga Ada 'Live' saat Nyepi

Di sisi lain, Arjun mengingatkan bahwa penguatan signifikan IHSG pada perdagangan hari ini, tentunya akan memunculkan potensi profit taking (ambil untung) dari pelaku pasar, khususnya untuk perdagangan Rabu (9/6/2026) besok.

“Karena cukup kuat hari ini berpotensi profit taking,” ujar Arjun.

Dibuka menguat IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 9,71 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor industri yang naik masing-masing sebesar 9,04 persen dan 8,24.

Baca juga:  Blok A Pasar Semarapura Dibangun, Retribusi Pedagang di Tempat Sementara Gratis

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BABY, AHAP, CTTH, MHKI dan PSKT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GMTD, GRIA, CTBN, DPUM dan MPMX.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.714.279 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 45,06 miliar lembar saham senilai Rp27,93 triliun. Sebanyak 678 saham naik, 89 saham menurun, dan 48 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 1,92 persen ke 65.251,00, indeks Shanghai menguat 1,28 persen ke 4.010,03, indeks Hang Seng melemah 0,37 persen ke posisi 24.565,90, dan indeks Straits Times menguat 1,20 persen ke posisi 5.023,67. (kmb/balipost)

BAGIKAN