Persiapan Paguyuban DGL yang akan pentas di PKB 2026, Sabtu (6/6). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Paguyuban Drama Gong Lawas (DGL) dipastikan kembali berpartisipasi dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Kelompok seni pertunjukan yang memiliki basis penggemar kuat di Bali ini dijadwalkan tampil pada Kamis, 2 Juli 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar.

Menjelang pementasan tersebut, seluruh kru, para pemain (pregina) dan penabuh yang tergabung dalam Paguyuban DGL mulai mematangkan berbagai persiapan di Puri Gandapura, Denpasar, Sabtu (6/6).

Dalam pertemuan tersebut dilakukan pembahasan naskah sekaligus evaluasi terhadap pementasan terakhir yang digelar di Pura Dalem Puri Peliatan. Evaluasi ini dilakukan agar penampilan Drama Gong Lawas pada PKB 2026 dapat tampil maksimal dan tetap menjadi rujukan pakem pertunjukan drama gong di Bali.

Baca juga:  Usai Pentas di PKB 2025, Drama Gong Lawas Banyak Order

Ketua Paguyuban DGL, Anak Agung Gede Oka Aryana, SH., MKn., didampingi Wakil Ketua Dewa Putu Kandel, S.Pd.,M.Pd., mengungkapkan pada PKB tahun ini DGL akan membawakan lakon berjudul “Aji Grenggeng Maya”, sebuah kisah sarat konflik kekuasaan, fitnah, dendam, dan ilmu kesaktian yang berlatar Kerajaan Bhuwana Raja

Cerita berawal dari nasib tragis Diah Ratnasari, permaisuri pertama kerajaan yang diusir akibat fitnah. Dalam pengembaraannya menuju Hutan Waringin Sungsang bersama sang bayi, ia mendapatkan belas kasih dari penguasa kuburan yang kemudian memberikan petunjuk hidup serta menganugerahinya ilmu sakti bernama Aji Grenggeng Maya.

Baca juga:  Drama Gong Lawas Padukan Seni dan Teknologi

Di sisi lain, permaisuri kedua kerajaan, Diah Bedawati, juga menguasai ilmu yang sama. Kesaktian tersebut diperoleh melalui permohonan spiritual kepada Sanghyang Kalika Maya dengan tujuan membungkam sang raja dan menguasai Kerajaan Bhuwana Raja.

Konflik semakin memuncak ketika Diah Ratnasari yang hidup sebagai rakyat biasa dengan nama Men Wangi memperoleh kesempatan untuk membalas penderitaan yang dialaminya. Ambisi membalas dendam dan menghancurkan kerajaan mempertemukan dua perempuan sakti yang sama-sama memiliki Aji Grenggeng Maya.

Pertarungan dua kekuatan besar yang dilandasi perebutan kekuasaan dan luka masa lalu menjadi inti cerita yang akan disuguhkan kepada penonton PKB 2026.

Baca juga:  Empat Pelanggar KTR Didenda Rp 100 Ribu

Naskah pementasan ini disusun oleh Ida Bagus Gede Mambal, disutradarai Jero Mangku Suyadnya, serta dikembangkan dari ide cerita A.A. Kartika.

Kembalinya Drama Gong Lawas ke panggung PKB diharapkan mampu mengobati kerinduan para penggemarnya sekaligus menjadi momentum pelestarian seni drama gong Bali yang selama puluhan tahun menjadi salah satu ikon seni pertunjukan tradisional Pulau Dewata. Dengan mengangkat kisah “Aji Grenggeng Maya”, DGL bertekad menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai moral tentang fitnah, keserakahan, kekuasaan, dan konsekuensi dari dendam yang dipelihara. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN