Kalapas Tabanan saat kontrol keliling (trolling) di area brandgang atau jalur pengamanan luar lapas yang dinilai rawan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan. Salah satunya melakukan kontrol keliling (trolling) di area brandgang atau jalur pengamanan luar lapas yang dinilai sebagai salah satu titik rawan pengawasan, Rabu (3/6).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) beserta jajaran pengamanan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi area brandgang tetap aman dan seluruh sarana pendukung pengamanan berfungsi optimal.

Baca juga:  Gianyar Perkuat Sinergi Lintas Sektor Demi Pengamanan Nataru 2026 yang Kondusif

Prawira mengatakan, pengawasan rutin di area brandgang merupakan bagian dari strategi deteksi dini guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib). Melalui kontrol berkala, petugas dapat lebih cepat mengidentifikasi kerawanan maupun kendala yang berpotensi mengganggu sistem pengamanan.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya berfokus pada situasi lingkungan sekitar lapas. Petugas juga memastikan berbagai fasilitas penunjang seperti kamera pengawas (CCTV), penerangan, saluran air hingga kebersihan area tetap dalam kondisi baik.

Baca juga:  Atasi Kemacetan, Polres Gianyar Perkuat Pengamanan Galungan dan Kuningan

“Seluruh fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas pengawasan dan pengamanan di lingkungan lapas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prawira juga memberikan arahan kepada petugas pengamanan agar terus meningkatkan kewaspadaan saat menjalankan tugas. Ia menegaskan setiap perubahan situasi maupun kendala yang ditemukan di lapangan harus segera dilaporkan untuk mendapat penanganan cepat.

Petugas yang bertugas di titik-titik pengawasan, kata dia, memiliki peran strategis dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan. Karena itu, kontrol keliling harus dilakukan secara konsisten sebagai langkah pencegahan dini. (Dewi Puspawati/balipost)

Baca juga:  Atasi TPT, Kurikulum Pendidikan Diminta Sesuai Dinamika Pasar

 

BAGIKAN