DKPKP Gianyar memfokuskan pengembangan tiga komoditas perikanan budi daya yang menjadi unggulan, salah satunya ikan nila di Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang. (BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar terus berupaya memperkuat sektor ketahanan pangan, khususnya melalui optimalisasi potensi perikanan air tawar. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar saat ini tengah memfokuskan pengembangan pada tiga komoditas perikanan budi daya yang menjadi unggulan di daerah tersebut yakni ikan lele, ikan nila, dan udang galah.

​Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, I Gusti Agung Sri Widyawati, Selasa (2/6), menyampaikan bahwa dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tusi), dinas secara konsisten menyediakan berbagai dukungan teknis serta sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai bagi para pembudi daya ketiga komoditas unggulan tersebut. ​”Khusus untuk komoditas ikan nila, kami telah menyediakan Balai Benih Ikan (BBI) atau Pusat Benih Ikan (PBI) sebagai fasilitas penunjang utama guna memastikan ketersediaan benih berkualitas bagi masyarakat,” ujarnys.

Baca juga:  Sentra Perikanan, Pembangunan Pabrik Limbah B3 di Pengambengan Ditolak Warga

​Guna memastikan tata kelola budi daya berjalan optimal, DKPKP Gianyar bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengerahkan 5 personel penyuluh perikanan untuk memberikan pendampingan teknis secara langsung di lapangan. Selain itu, layanan respons cepat terhadap permasalahan hama dan penyakit ikan juga terus diberikan secara rutin, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

​Upaya strategis pemerintah daerah ini mendapat respons positif dan dukungan nyata di tingkat akar rumput. Salah satu wujud nyatanya terlihat di Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, di mana aparat kewilayahan turut andil menjadi motivator bagi para pembudi daya lokal.

Baca juga:  Badung Segera Bangun BBI Senilai Rp 10 Miliar

​Babinsa Desa Kenderan dari Koramil 1616-06/Tegallalang, Serma Dewa Aris, secara aktif mendampingi langsung pengembangan usaha perikanan air tawar milik warga binaannya, Agus Purnawan. Melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos), Babinsa turut mengawal program swasembada pangan sektor hewani ini.

​Dalam aksi nyata di lapangan, Serma Dewa Aris membantu proses pemindahan ikan nila seberat 300 kilogram ke kolam yang lebih besar. Pemindahan ini merupakan bagian dari persiapan pengembangan area pemancingan yang terintegrasi dengan lokasi tambak tersebut. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Potensi Perikanan Besar, Tingkat Konsumsi Masih Rendah

 

BAGIKAN