Sekaa Drama Gong Madu Suara Budaya Desa Adat Sebunibus, Nusa Penida gelar gladi persiapan pentas di PKB ke-48 Tahun 2026, di wantilan Desa Adat Setempat, Sabtu (30/5) malam. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Sekaa Drama Gong Madu Suara Budaya Desa Adat Sebunibus, Nusa Penida, terus mematangkan persiapan menjelang tampil sebagai Duta Kabupaten Klungkung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026. Sekaa ini dijadwalkan pentas di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Centre Denpasar, 10 Juli 2026, membawakan garapan berjudul “Pusaka Aji Pingit.”

Berbagai persiapan telah dilakukan secara intensif melalui latihan rutin yang melibatkan para seniman tabuh dan pregina. Keseriusan para seniman muda Sebunibus terlihat dalam gladi yang digelar pada Sabtu (30/5) malam dan mendapat perhatian langsung dari jajaran Paguyuban Drama Gong Lawas (DGL).

Baca juga:  PKB 2026 Diikuti 260 Seniman Mancanegara, Dari New York hingga Korea

Ketua Paguyuban Drama Gong Lawas, Anak Agung Gede Oka Aryana, SH., MKn., bersama Wakil Ketua Dewa Putu Kandel, S.Pd., hadir langsung menyaksikan jalannya gladi. Ia mengapresiasi semangat dan kualitas persiapan yang ditunjukkan Sekaa Drama Gong Madu Suara Budaya Sebunibus.

“Kami sangat mengapresiasi sekali Drama Gong Madu Suara Budaya Sebunibus, Nusa Penida, sebagai Duta Kabupaten Klungkung. Apalagi para seniman tabuh dan preginanya yang tampil dalam drama gong tersebut sebagian besar masih generasi muda,” ujarnya, Sabtu (30/5) malam.

Menurutnya, regenerasi menjadi salah satu kekuatan utama yang dimiliki kelompok seni tersebut. Di tengah tantangan pelestarian seni tradisi, kehadiran generasi muda yang aktif menekuni drama gong menjadi modal penting bagi keberlangsungan kesenian Bali di masa mendatang.

Baca juga:  Di PKB, Gianyar akan Hadirkan 2 Sekaa Gong Kebyar Legendaris

Ia mengaku sering melihat aktivitas latihan para seniman Sebunibus melalui media sosial. Semangat yang ditunjukkan para anggota sekaa dinilai sangat luar biasa sehingga mendorong pihaknya untuk memberikan dukungan secara langsung.

“Kami sering melihat di media sosial mereka sangat semangat mengadakan latihan. Oleh karena itu, kami dari pengurus dan beberapa pregina, seperti Gus Aji Kakiang selaku penabuh drama gong lawas serta A.A. Kartika sebagai pregina drama gong lawas, berniat memberikan dukungan dengan datang langsung ke Sebunibus untuk melihat latihan mereka,” ungkapnya.

Baca juga:  PKB 2026 Berlakukan Aturan Ketat! Pengunjung Tak Boleh Bawa Makanan dan Minuman dari Luar

Selain mengapresiasi para seniman muda, Agung Aryana juga menyoroti tingginya dukungan masyarakat Desa Adat Sebunibus terhadap generasi mudanya yang berkesenian. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi drama gong sebagai salah satu warisan budaya Bali.

“Kami juga melihat dukungan dari masyarakat Sebunibus terhadap generasi mudanya sangat tinggi sekali,” tegas pria yang berprofesi sebagai notaris ini. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN