Petugas mengevakuasi jenazah buruh di bedeng proyek tempatnya bekerja di di Banjar Pakuseba, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, pada Jumat (29/5). (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Seorang buruh proyek berinisial TS ditemukan meninggal dunia di bedeng proyek tempatnya bekerja di wilayah Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Jumat (29/5). Korban meninggal diduga karena kelelahan setelah sempat mengeluh sakit sebelum bekerja.

​Kapolres Gianyar melalui Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Wiwin Wirahadi, dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Setelah menerima laporan dari masyarakat, pihak kepolisian langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian bersama Tim Inafis Polres Gianyar dan tim medis dari Puskesmas Tegallalang 2.

​”Kami menerima informasi dari Bhabinkamtibmas Desa Taro sekira pukul 09.00 WITA setelah dilaporkan oleh Kelian Pakuseba. Saya bersama Kanit Reskrim, Pawas, dan Piket Fungsi langsung meluncur ke TKP untuk mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP,” ujar AKP Ketut Wiwin Wirahadi.

Baca juga:  Hendak Lihat Adik Kecelakaan, Bimbo Malah Dikeroyok

​Berdasarkan keterangan dari kakak ipar korban, sebelum mulai bekerja TS sempat mengeluh batuk-batuk dan tidak enak badan. Namun, korban tetap memaksakan diri bekerja sebagai buruh proyek seperti biasa. Bahkan, setelah jam kerja reguler selesai, TS masih melanjutkan kegiatan tambahan atau lembur pada malam harinya, mulai pukul 19.00 WITA hingga 21.00 WITA.

​Setelah selesai lembur, korban membersihkan diri dan beristirahat di bedeng proyek. Naas, pada Jumat pagi sekira pukul 06.00 WITA, rekan kerja yang tidur bersebelahan dengan korban mendengar suara TS mengerang.

​”Saksi 1 dan saksi 2 yang beristirahat di bedeng yang sama mendengar korban mengerang, berteriak, dan kemudian mengalami kejang-kejang. Saksi sempat berusaha menolong dengan memijat kaki korban, namun tidak lama kemudian korban sudah tidak merespons dan tubuhnya lemas,” jelas Kapolsek Tegallalang.

Baca juga:  Mulai Dikerjakan Lima Pasar Senilai Miliaran Rupiah

​Melihat kondisi tersebut, saksi segera melaporkan kejadian ini kepada Kelian Dinas Br. Pakuseba dan Bhabinkamtibmas Desa Taro.

​Tim Inafis Polres Gianyar bersama pihak medis dari Puskesmas Tegallalang 2 yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah TS. ​Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan di Puskesmas Tegallalang 2, korban diperkirakan meninggal dunia sekira 4 jam sebelum pemeriksaan.

​”Dari hasil pemeriksaan medis dan olah TKP, korban TS diduga kuat meninggal dunia akibat kelelahan akibat faktor usia, ditambah kondisi fisik yang kurang fit. Sebelum meninggal, korban sempat mengeluh sakit dan diketahui mengonsumsi obat-obatan seperti Bodrex dan Ultraflu,” paparnya.

Baca juga:  Objek Wisata Ceking Kembali Ditutupi Seng

​Kapolsek Tegallalang menambahkan pihak keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian TS dan memandang peristiwa ini sebagai sebuah musibah murni. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

​Sekira pukul 12.00 WITA, setelah seluruh proses olah TKP dan administrasi selesai, jenazah TS langsung diberangkatkan menuju kampung halamannya di Brebes, Jawa Tengah, menggunakan Mobil Jenazah Pelita Abadi (Nopol DK 1431 DG) untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN