Tangkapan layar suasana debat II Caketum BPP HIPMI di Nusa Dua, Sabtu (23/5). (BP/kmb)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinamika Munas XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memanas setelah tiga calon ketua umum menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan Munas di Lampung dalam Debat Kedua Calon Ketua Umum BPP HIPMI di Nusa Dua, Sabtu (23/5).

Penolakan ini disampaikan ketiga calon ketika akan dimulainya debat terbuka. Saat moderator, Brigita Manohara, memulai pelaksanaan debat terbuka setelah usainya sesi penyampaian visi dan tanya jawab oleh panelis.

Penolakan terkait lokasi pelaksanaan munas ini pertama kali disampaikan calon ketua umum nomor urut 1 Reynaldo Bryan. Kemudian diikuti calonbnomor urut 3 Afifuddin Kalla, dan nomor urut 4 Anthony Leong.

Baca juga:  Desk Investasi Dibuka di Bali, HIPMI Harap Pelanggaran Izin Dapat Diminimalisir

Mereka kemudian melakukan aksi walk out (WO) dalam sesi debat terbuka tersebut.

Ketiganya mengklaim membawa aspirasi sejumlah BPD HIPMI yang menolak munas digelar di Lampung dengan alasan netralitas dan kepatuhan terhadap aturan organisasi.

Aksi walk out itu menyebabkan jalannya debat kandidat terhenti sebelum seluruh agenda selesai dilaksanakan.

Sebelumnya, dalam sambutan pembuka debat kedua ini, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, mengatakan pihaknya telah menggelar forum ketua umum dan berdiskusi panjang mengenai dinamika Munas.
Ia menekankan bahwa organisasi memiliki mekanisme, aturan, dan tata pengambilan keputusan yang harus dihormati bersama tanpa mengurangi norma-norma organisasi.

Baca juga:  Setubuhi Anak Bawah Umur, Pelaku Dituntut 9 Tahun

Akbar juga memahami kerja-kerja konsolidasi yang dilakukan para pendukung caketum untuk menyukseskan Munas dan mengusung calon masing-masing. Namun demikian, ia mengingatkan seluruh kader untuk tetap menjaga persahabatan dan persaudaraan di dalam HIPMI.

“Saya berharap momentum debat kali ini bisa mengeksplorasi dan melahirkan ide serta gagasan. Temanya bagus sekali, mulai dari ekonomi makro, ekonomi hijau hingga ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta debat untuk mendengarkan visi, misi, dan gagasan para calon ketua umum secara substantif agar dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan perekonomian nasional.

Baca juga:  Tata Permukiman Kumuh, 2 Desa Ini Terima Rp 1 Miliar

“Saya berharap kita menjaga kekompakan dan persaudaraan di HIPMI selamanya. Momentum Munas kali ini jangan menjadi momentum pecah belah, tetapi momentum persatuan yang bisa membangun kekompakan kita bersama,” kata Akbar. (Suardika/balipost)

BAGIKAN