
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 63 pelatih dari 48 cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Buleleng kini resmi mengantongi lisensi Pelatih Fisik Level 2 Nasional. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) olahraga tersebut menjadi bagian dari kesiapan KONI Buleleng dalam memperkuat pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
Sertifikat lisensi nasional itu diserahkan langsung Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, Kamis (21/5) malam. Para pelatih sebelumnya mengikuti Pelatihan Pelatih Fisik Level 2 Nasional yang digelar KONI Buleleng bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Pelatih Olahraga LANKOR selama enam hari, 16-21 April 2026.
Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, peningkatan kualitas pelatih menjadi salah satu fokus utama dalam memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Buleleng. Menurutnya, kemampuan atlet sangat dipengaruhi kualitas program latihan yang disusun pelatih.
“Ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan bisa diterapkan dalam program latihan di masing-masing cabang olahraga, sehingga pembinaan atlet berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan pelatih bersertifikat nasional juga menjadi bagian penting dalam persiapan Buleleng sebagai tuan rumah tunggal Porprov Bali 2027. Dari sisi kepelatihan, KONI ingin memastikan atlet mendapatkan pola latihan yang tepat dan terukur.
“Ini bagian dari kesiapan kita menghadapi Porprov Bali 2027. Pelatih nantinya menjadi ujung tombak dalam membentuk atlet berprestasi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Buleleng, Ketut Iwan Swadesi menjelaskan, pelatihan level 2 nasional merupakan lanjutan dari pelatihan level 1 yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 2023 lalu. Dengan lisensi nasional tersebut, para pelatih dinilai telah memenuhi standar untuk mendampingi atlet pada ajang level daerah hingga nasional.
“Secara administrasi mereka sudah sah dan memenuhi standar sebagai pelatih fisik level nasional,” jelasnya.
Menurut Iwan, jumlah peserta mencapai 63 orang karena beberapa cabang olahraga membutuhkan lebih dari satu pelatih fisik. Hal itu disesuaikan dengan banyaknya nomor pertandingan yang dipertandingkan pada masing-masing cabor.
Ke depan, KONI Buleleng juga menargetkan peningkatan jenjang kepelatihan menuju level internasional. Bahkan, Buleleng diharapkan menjadi daerah pertama di Bali yang mampu menggelar pelatihan kepelatihan berstandar internasional.
“Kami berharap ke depan Buleleng bisa menjadi penyelenggara pertama pelatihan pelatih level internasional di Bali,” tandasnya. (Nyoman Yudha/balipost)










