Salah satu sapi Bali peliharaannya bernama “Kliwon” terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto menjelang Hari Raya Idul Adha Tahun 2026. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Ketekunan dan konsistensi I Kadek Astitiya (38), peternak muda asal Banjar Pekandelan, Kelurahan Abianbase, Kabupaten Gianyar, membuahkan hasil membanggakan. Salah satu sapi Bali peliharaannya bernama “Kliwon” terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto menjelang Hari Raya Iduladha tahun ini. Sapi dengan bobot 608 kg ini akan disalurkan ke Musholla An Najah Provinsi Bali.

Sapi tersebut berasal dari kandang Silih Asih Farming milik Kadek Astitiya yang selama beberapa tahun terakhir fokus mengembangkan peternakan sapi Bali berbasis manajemen modern dan berkelanjutan.

Kadek Astitiya mengatakan, sejak awal dirinya memang menyiapkan bibit sapi secara selektif dengan perhatian khusus pada kualitas, kesehatan, dan pola perawatan. “Kami mengajukan sapi terbaik yang ada di kandang, yaitu Kliwon. Selain memiliki bobot terbesar, kondisi kesehatannya juga sangat baik,” ujarnya.

Baca juga:  Antar Sapi Jagiran Buleleng ke Istana, Sukata Sebut Tak Ada Makanan Khusus

Sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden, sapi tersebut telah melalui proses seleksi ketat oleh tim dari Dinas Peternakan Provinsi Bali. Penilaian meliputi kesehatan hewan, kelayakan fisik, hingga kesesuaian dengan syariat hewan kurban. Saat penimbangan dua bulan lalu, bobot sapi Kliwon tercatat mencapai sekitar 608 kilogram.

Keberhasilan meningkatkan kualitas dan bobot sapi, menurut Kadek, tidak terlepas dari sistem pemeliharaan yang disiplin dan pola pakan terstruktur. Selain sanitasi kandang yang rutin, sapi juga dimandikan setiap hari untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya. Untuk pakan, Silih Asih Farming memanfaatkan sistem formulasi berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah limbah komoditas seperti bungkil sawit, kopra, dan ampas pertanian sebagai sumber protein.

Baca juga:  Krisis Kader, Demokrat Buleleng Bidik Gen Z

Sementara serat pakan diperoleh dari jerami limbah pertanian yang diolah kembali. Kadek mengaku, formulasi pakan tersebut merupakan hasil riset mandiri yang dikembangkannya dalam beberapa tahun terakhir guna meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi ternak.

Menurutnya, sektor peternakan dan pertanian memiliki peluang besar untuk dikembangkan generasi muda, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap konsep green economy atau ekonomi hijau. “Anak muda harus berani melihat peluang di sektor pertanian dan peternakan. Dengan inovasi dan kreativitas, sektor ini bisa memberikan dampak ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Baca juga:  Wujud Berbagi Astra Motor Bali Serahkan Hewan Kurban Kepada Masyarakat

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Bali untuk lebih tertarik mengembangkan sektor peternakan lokal yang modern, produktif, dan berdaya saing.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Gianyar, Wayan Suarta menyampaikan apreasiasi terpilihnya sapi peternak di Gianyar menjadi hewan kurban Presiden Prabowo. Peternak di Gianyar sudah diarahkan untuk  menerapkan panca usaha peternakan yaitu kandang yang cukup sinar dan memiliki sirkulasi yang baik, pemilihan bibit berkualitas, pakan yang memenuhi standar gizi, menerapkan manajemen kesehatan hewan dan pemasaran di waktu yang tepat.

“Berdasarkan penerapan panca usaha peternakan, sapi di Gianyar semakin berkualitas dan bertambah bobotnya,” jelas Wayan Suarta. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN