Pemeriksaan ternak kurban dilakukan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana beberapa waktu lalu.  (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah akhir bulan ini, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Jembrana dipastikan masih mencukupi. Persediaan sapi maupun kambing disebut jauh melampaui kebutuhan masyarakat untuk perayaan kurban tahun ini.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana, stok sapi saat ini mencapai 3.487 ekor. Sementara kebutuhan untuk Idul Adha diperkirakan sekitar 309 ekor. Dengan jumlah tersebut, stok sapi dinilai masih surplus.

Baca juga:  Ngamuk dan Minta Uang di Pasar, ODGJ Diamankan

Kondisi serupa juga terjadi pada hewan kambing. Dari total ketersediaan sebanyak 1.589 ekor, estimasi kebutuhan hanya berkisar 388 ekor. Artinya, masih terdapat kelebihan stok lebih dari seribu ekor.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, Jumat (15/5), mengatakan secara umum ketersediaan hewan kurban di Jembrana masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, jumlah stok yang ada saat ini masih jauh di atas perkiraan permintaan menjelang Idul Adha. “Kalau melihat data yang ada, stok sapi maupun kambing di Jembrana masih sangat mencukupi. Ketersediaannya lebih tinggi dibandingkan kebutuhan kurban tahun ini,” ujarnya.

Baca juga:  Polda Kirim Hewan Kurban untuk Korban Gempa Lombok

Selain memastikan kecukupan stok, pihaknya juga akan melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban. Tim Medik Veteriner di masing-masing kecamatan dijadwalkan turun melakukan pemeriksaan mulai 25 hingga 28 Mei mendatang.

Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah penyembelihan atau ante mortem serta post mortem. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan daging yang dibagikan layak dikonsumsi masyarakat. “Kami akan melakukan pemeriksaan sebelum pemotongan dan setelah penyembelihan. Ini penting untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi,” katanya.

Baca juga:  Bali Tuan Rumah MTI 2020, Wagub Cok Ace Optimis Dampaknya Positif

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar mengolah daging kurban dengan baik sebelum dikonsumsi. Dengan proses memasak yang benar, potensi gangguan kesehatan akibat konsumsi daging dapat diminimalkan. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN