
BANGLI, BALIPOST.com – Kabupaten Bangli mengangkat “Gama Lumbuan” untuk ditampilkan pada peed aya atau pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Peed aya menjadi satu dari 10 materi yang akan diikuti Kabupaten Bangli dalam PKB tahun ini.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, I Wayan Dirga Yusa mengatakan, Gama Lumbuan merupakan kearifan lokal yang ada di Desa Adat Lumbuan, Kecamatan Susut. Gama Lumbuan diangkat menyesuaikan dengan tema sentral PKB 2026, yakni Atma Kerti (Penyucian Jiwa).
“Atas tema besar itu, Bangli mengangkat Gama Lumbuan, yang di dalamnya menyajikan visualisasi prosesi penyucian Atma sesuai upacara sakral yang berlaku di Desa Adat Lumbuan. Nanti juga akan ditampilkan Tari Baris Kepet yang menjadi ciri khas desa setempat saat pembukaan,” jelasnya, Senin (18/5).
Secara keseluruhan, Kabupaten Bangli ambil bagian dalam 10 dari total 16 materi yang dilombakan maupun diparadekan dalam ajang PKB tahun ini. Selain Peed Aya, materi lain yang diikuti yakni gong kebyar, gong kebyar wanita, gong kebyar anak, drama gong tradisi, parade busana khas kabupaten Bangli, wimbakara bapang barong, wimbakara taman penasar, wimbakara baleganjur dan lomba gender pewayangan. Sebanyak 530 seniman dilibatkan untuk memperkuat seluruh materi tersebut.
Dirga Yusa mengatakan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Bangli tahun ini melakukan penyegaran dengan mendominasikan keterlibatan seniman muda di hampir seluruh materi. Langkah ini diambil sebagai strategi dalam menjaga keberlanjutan pelestarian seni budaya daerah agar tidak mandek pada seniman lama. “Seniman yang kami libatkan sudah mulai latihan sejak 15 Januari lalu,” jelasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










