Paguyuban Drama Gong Lawas saat pentas di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali pada PKB XLVII Tahun 2025 lalu. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah sukses menghibur penonton pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Paguyuban Drama Gong Lawas (DGL) dipastikan kembali berpartisipasi dalam PKB XLVIII Tahun 2026. Kelompok seni lawas yang memiliki banyak penggemar ini dijadwalkan tampil pada 2 Juli 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar.

Ketua Paguyuban Pecinta Seni Drama Gong Lawas, Anak Agung Gede Oka Aryana, SH., MKn., membenarkan jadwal penampilan tersebut. Menurutnya, DGL kembali dipercaya tampil untuk menghibur masyarakat Bali dalam ajang seni budaya terbesar di Pulau Dewata itu.

Baca juga:  Masyarakat Antusias Saksikan Hiburan Rakyat 15 Tahun Bali TV

“Kita belum rapat. Nanti kalau sudah rapat saya info. Kita dapat jadwal pentas tanggal 2 Juli. Masih lama juga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (13/5).

Meski materi pementasan belum diputuskan, pihaknya memastikan seluruh anggota inti DGL tetap akan dilibatkan dalam penampilan nanti. Ia menegaskan para pregina yang selama ini tergabung dalam paguyuban DGL akan kembali tampil bersama.

“Yang dilibatkan pasti yang memang tergabung di grup DGL dari dulu,” tegasnya.

Kehadiran kembali DGL di PKB 2026 diperkirakan kembali menjadi magnet bagi pecinta drama gong lawas. Pada PKB 2025 lalu, penampilan mereka sukses menghidupkan suasana Ardha Candra lewat lakon “Sanan Tuak” yang sarat humor, kritik sosial, dan nuansa khas drama gong Bali tempo dulu.

Baca juga:  PKB 2026 Diikuti 260 Seniman Mancanegara, Dari New York hingga Korea

Penampilan tersebut bahkan mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Bali, Wayan Koster yang menyaksikan pementasan dari awal hingga akhir bersama ribuan penonton.

Sebanyak 21 pregina tampil pada pentas tahun lalu. Nama-nama mereka sudah sangat dikenal di kalangan penggemar drama gong lawas. Di antaranya, Sang Ayu Ganti, Sang Ayu Tirta, Luh Sasih Arini (Mongkeg), Nyoman Supadma, Anak Agung Kartika, Ida Bagus Raka Pujana (Komang Apel), Jro Dasaran Suyadnya, Dewa Ayu Yuniari, Ida Bagus Mambal, Gede Randana, Nyoman Lues, Wayan Suratni, Madya Yani, Gulik, Wayan Sudiantha, Wayan Pasta, Mangku Rai, Ajik Dolir, Ida Bagus Topok, Selamat, dan Jro Made Jani.

Baca juga:  KLA Project Manggung di Pesta Rakyat HUT Mangupura

Antusiasme publik terhadap kebangkitan drama gong lawas dinilai terus meningkat. Kehadiran DGL di PKB tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan seni pertunjukan tradisional Bali agar tetap hidup dan dicintai generasi muda. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN