
DENPASAR, BALIPOST.com – Revitalisasi 132 kios di Pasar Anyar Sari, Denpasar, khususnya pada sisi barat blok I sudah mencapai 90 persen. Revitalisasi yang menggunakan pola swadaya pedagang ini ditargetkan rampung pada pertengahan Juni mendatang. Pada tahun sebelumnya, revitalisasi juga dilakukan di blok yang sama dengan menyasar 40 kios.
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata saat diwawancarai, Senin (11/5), mengatakan, saat ini progres pengerjaan tinggal tahap finishing. Perbaikan jalan juga dilakukan dengan pengaspalan.
“Ini adalah tahap lanjutan karena sebelumnya revitalisasi tidak bisa dilakukan sekaligus, jadi harus bertahap,” ungkap Gus Kowi, panggilan akrabnya.
Ia memaparkan, revitalisasi 132 kios ini melibatkan kurang lebih 80 pedagang aktif. Total anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan fisik kurang lebih mencapai Rp4 miliar yang seluruhnya bersumber dari dana swadaya pedagang.
Pola swadaya dalam revitalisasi, kata Gus Kowi, menjadi opsi yang paling diminati pedagang dengan beberapa alasan. Seperti kecepatan pengerjaan karena proses revitalisasi dapat berjalan lebih cepat tanpa menunggu anggaran pemerintah. Kedua, kenyamanan karena pedagang mendapatkan tempat berjualan yang lebih representatif, bersih, dan nyaman.
Lalu ada keringanan biaya sewa sebagai kompensasi atas biaya pembangunan yang dikeluarkan. Pedagang akan mendapatkan pembebasan biaya sewa kios dalam kurun waktu tertentu sesuai perhitungan nilai investasi mereka. “Meskipun ada pembebasan biaya sewa, untuk biaya operasional pedagang (BOP) masih tetap diberlakukan seperti biasa,” tegasnya.
Saat disinggung mengenai rencana pengembangan selanjutnya, Gus Kowi memastikan bahwa dengan rampungnya pengerjaan 132 kios di sisi barat blok I, maka seluruh area di Pasar Anyar Sari telah tersentuh perbaikan. Dengan itu, revitalisasi kali ini menjadi tahap akhir yang sementara ini belum ada lagi bangunan yang membutuhkan revitalisasi. (Widiastuti/balipost)










