Nyoman Parta. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Meski pelaksanaan Pilkada Bali masih sekitar empat tahun lagi, dinamika politik mulai terasa di ruang publik. Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai figur potensial menuju kursi Bali satu pada kontestasi mendatang.

Salah satu nama yang mencuat adalah Anggota DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta. Politikus asal Guwang, Sukawati itu dinilai memiliki elektabilitas cukup tinggi di tengah masyarakat, terutama di kalangan desa adat dan masyarakat akar rumput.

Menanggapi mulai ramainya pembicaraan soal dirinya menuju Pilgub Bali, Parta memilih merespons santai. Menurutnya, dinamika media sosial saat ini membuat siapa pun bisa membangun opini maupun dukungan secara bebas.

Baca juga:  Kodam Terima Pengaduan Secara "Online"

“Ya gimana ya, orang sekarang kan zaman dunia maya. Saya tidak tahu siapa teman-teman itu yang menyampaikan itu,” ujar Parta saat ditemui usai kunker Badan Legislasi (Baleg) DPR RI terkait pembahasan RUU Masyarakat Adat di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (7/5).

Ia menilai pembahasan mengenai Pilkada masih terlalu dini. Bahkan menurutnya, regulasi terkait pemilu dan pilkada juga masih akan mengalami pembahasan lebih lanjut. “Pilkada itu kan masih 3,5 atau 4 tahun yang akan datang. Pemilu juga begitu. Undang-undangnya belum dibahas,” tandasnya.

Baca juga:  Gubernur Koster Sebut Mendaratnya Airbus A380 Tanda Bali Masih Favorit Wisman

Karena itu, Parta mengaku saat ini lebih memilih fokus menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR RI dibanding memikirkan kontestasi politik yang masih cukup jauh. “Jadi terlalu pagi ngomongin urusan gubernur, urusan eksekutif. Kalau saya ditanya walaupun ada polling dan lain sebagainya, saya fokus menyelesaikan tugas di Senayan,” tegasnya.

Meski demikian, nama Nyoman Parta memang kerap muncul dalam berbagai polling maupun perbincangan publik terkait figur potensial calon Gubernur Bali. Dalam sejumlah survei informal yang beredar di media sosial, namanya disebut berada di jajaran atas bersama sejumlah tokoh Bali lainnya.

Baca juga:  Petani Garam Desa Tianyar dan Les Apresiasi Langkah Gubernur Koster

Nama Parta dikenal luas sejak menjabat sebagai anggota DPRD Bali. Ia disebut kerap menjadi motor lahirnya sejumlah regulasi yang dinilai berpihak kepada masyarakat Bali. Salah satunya yakni Perda Perlindungan Sapi Bali yang selama ini dianggap penting untuk menjaga keberlangsungan plasma nutfah lokal Bali.

Tak hanya itu, kiprahnya di DPR RI juga cukup menonjol. Politikus PDI Perjuangan tersebut dikenal vokal menyuarakan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari isu lingkungan hidup hingga perlindungan kepentingan rakyat Bali. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN