Putu Edi ditemani istrinya saat meraih juara Delbi & Co Bali Open Handicap 4-8. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet biliar asal Badung. Pebiliar andalan Badung, I Putu Edi Wirawan atau akrab disapa Edi Kingkong, sukses merebut gelar juara pada turnamen Delbi & Co Bali Open Handicap 4-8 belum lama ini.

Kemenangan tersebut terasa jauh lebih istimewa bagi pebiliar yang akrab disapa Edi Kingkong. Gelar juara itu bukan sekadar tambahan prestasi, tetapi menjadi hadiah paling manis untuk merayakan delapan tahun pernikahannya dengan sang istri, Anak Agung Istri Buncing.

“Saya sangat bersyukur bisa juara. Ini menjadi hadiah spesial untuk pernikahan saya yang kedelapan tahun bersama istri,” ujar Edi dalam keterangannya Rabu (6/5).

Turnamen yang berlangsung selama lima hari itu menjadi panggung pembuktian bagi Putu Edi. Di sepanjang pertandingan, ia menunjukkan konsistensi permainan dan mental juara hingga akhirnya menembus partai final.

Baca juga:  Sugiata Kembali Pimpin POBSI Denpasar

Pada laga puncak, Putu Edi harus berhadapan dengan sesama pebiliar Bali, Made Abi Permana. Duel berlangsung dramatis dan menegangkan sejak awal.

Putu Edi sempat berada dalam tekanan besar setelah tertinggal jauh 0-5. Lawannya yang masih berusia 17 tahun tampil agresif dan nyaris mengunci kemenangan lebih cepat. Namun pengalaman berbicara.

Dalam kondisi tertekan, Edi memilih bermain lepas tanpa beban. Strategi itu perlahan mengubah jalannya pertandingan. Ia mulai mencuri poin demi poin, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-6 sebelum akhirnya menyamakan kedudukan dan menutup laga dengan kemenangan tipis 7-6.

“Waktu tertinggal jauh, saya bermain nothing to lose. Ternyata saya bisa mengejar dan akhirnya menang,” ungkap Edi.

Kemenangan itu terasa semakin manis karena Made Abi Permana bukan lawan yang asing baginya. Sebelum bentrok di final, keduanya juga sempat bertemu di pertandingan lain dalam turnamen yang sama. Saat itu Putu Edi justru harus mengakui keunggulan Made Abi dengan skor 5-6 di babak delapan besar.

Baca juga:  Tak Ada Pilihan Lain Selain Terapkan Prokes

Karena itu, partai final menjadi semacam ajang pembalasan yang berakhir manis bagi Edi Kingkong.

Di balik keberhasilan tersebut, Putu Edi mengaku mendapat dukungan penuh dari sang istri. Kehadiran Anak Agung Istri Buncing di arena pertandingan memberi tambahan motivasi tersendiri.

“Semalam saat saya bertanding, dia menyaksikan langsung dan terus mendoakan saya. Saya rasa ini rezeki,” katanya.

Nama Putu Edi sendiri bukan sosok baru di dunia biliar nasional. Atlet yang pernah memperkuat Indonesia pada SEA Games 2019 itu terus menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu pebiliar terbaik Bali.

Baca juga:  Astra Motor Bali Umumkan Pemenang Kontes Kreativitas Pembelajaran Online Uji Kompetensi Guru SMK

Usai menjuarai turnamen, Putu Edi berencana kembali ke Jakarta untuk melanjutkan agenda latihan dan persiapan menghadapi turnamen berikutnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Badung dan pengurus biliar Badung atas dukungan yang selama ini diberikan. Menurutnya, bantuan dana pembinaan dan biaya pendaftaran turnamen menjadi faktor penting dalam menjaga performa atlet.

“Tanpa dukungan penuh dari pengurus, saya tidak mungkin bisa meraih hasil seperti ini,” tutup Edi Kingkong.

Keberhasilan Putu Edi menambah daftar prestasi atlet Badung di tingkat terbuka. Lebih dari sekadar gelar juara, kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa dukungan keluarga, kerja keras, dan pembinaan yang tepat mampu melahirkan prestasi yang membanggakan. (Suka Adnyana/balipost)

 

BAGIKAN