
AMLAPURA, BALIPOST.com – Keluarga besar GMT merayakan ulang tahun ayahanda Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata atau Gus Par, yakni I Gusti Made Tusan ke-75 tahun yang berlangsung di Jro Subagan, Jalan Ahmad Yani, Amlapura, pada Sabtu (2/5).
Dalam acara yang penuh dengan suka cita yang turut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, dan para pejabat penting Karangasem, yang juga langsung dihadiri Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, yang hadir bersama Wakil Bupati Guru Pandu, terselip pesan, doa dan harapan yang terlontar oleh sesepuh keluarga GMT.
“Gus Par–Guru Pandu dua periode,” ucapnya I Gusti Made Tusan singkat yang disambut senyum dan tepuk tangan para undangan yang hadir.
Dalam sambutannya, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, menyampaikan bahwa ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir untuk berbagi kebahagiaan bersama keluarganya di hari istimewa sang ayahanda. Dia menggambarkan sosok I Gusti Made Tusan sebagai figur sederhana yang penuh keteguhan dan menjadi teladan dalam kehidupan keluarga maupun pengabdian sosial.
“Ayah selalu mengajarkan kami tentang keteguhan, kesederhanaan, kerja keras, dan keikhlasan dalam menjalani hidup. Nilai-nilai itulah yang terus kami pegang hingga hari ini. Beliau adalah inspirasi besar bagi keluarga kami,” ujar Gus Par.
Gus Par mengatakan, pihaknya memohon doa agar ayahandanya senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan untuk terus menjadi penuntun bagi anak-anak serta cucu-cucunya. Kata dia, makau doa dan restu orang tua adalah kekuatan terbesar dalam setiap langkah pengabdian.
“Bagi kami, doa orang tua adalah energi yang tak ternilai. Apa pun yang kami lakukan untuk Karangasem, semua berangkat dari restu beliau. Semoga kami selalu diberi kemampuan untuk menjaga amanah dan terus bekerja tulus untuk masyarakat,” katanya.
Perayaan ulang tahun tersebut berlangsung meriah namun tetap sarat nuansa kekeluargaan. Deretan karangan bunga dari berbagai tokoh, pejabat, sahabat, dan relasi memenuhi area kediaman keluarga. Kemeriahan semakin terasa dengan suguhan sendratari khas Bali serta penampilan artis-artis lokal Karangasem yang menghadirkan hiburan bernuansa budaya.
Di balik kemeriahan itu, tersimpan pesan yang jauh lebih dalam tentang cinta seorang ayah yang tak pernah surut, doa yang terus mengalir, serta harapan agar pengabdian untuk Karangasem terus terjaga dari generasi ke generasi. Sebab terkadang, dari sebuah perayaan sederhana, lahir pesan besar yang menggema jauh melampaui ruang dan waktu.
Bagi sebagian orang, ucapan tersebut mungkin terdengar sebagai selingan hangat dalam suasana perayaan ulang tahun. Namun bagi keluarga besar, kalimat itu adalah doa tulus seorang ayah yang lahir dari kasih, pengalaman panjang hidup, serta harapan agar pengabdian untuk masyarakat Karangasem dapat terus berlanjut.
Di usianya yang ke-75, I Gusti Made Tusan tak hanya merayakan pertambahan usia, tetapi juga menyaksikan perjalanan pengabdian anak-anaknya dalam melayani masyarakat. Harapan yang ia sampaikan menjadi simbol restu sekaligus pesan moral tentang pentingnya kesinambungan pembangunan di Gumi Lahar. (Adv/balipost)










