Pencarian seorang pemuda asal Yogya yang hilang di Air Terjun Tembok Barak dilakukan tim gabungan pada Sabtu (25/4) malam. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Seorang pemuda dilaporkan hilang diduga tenggelam saat berenang di kawasan wisata Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, pada Sabtu (25/4) petang. Hingga kini, tim gabungan bersama warga masih melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Ardian Putra Wardana (22), warga Desa Sidoarum, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia datang bersama enam rekannya untuk berwisata sekaligus menikmati suasana air terjun yang dikenal memiliki arus cukup deras.

Baca juga:  Berenang Berujung Maut, Pria Tamatan SMA Tewas

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WITA, saat rombongan tiba di lokasi. Tanpa menunggu lama, korban bersama tiga rekannya langsung turun ke area air untuk berenang.

Namun sekitar pukul 17.30 WITA, korban diduga bergerak ke bagian tengah dan terseret arus.

Salah satu saksi, Faldi, mengatakan dirinya bersama seorang rekannya sempat berusaha memberikan pertolongan ketika melihat korban kesulitan mengendalikan diri di air. Upaya awal dilakukan dengan mendorong korban ke arah pinggir agar dapat berpegangan pada batu.

Baca juga:  Tergerus Abrasi, Pantai Kuta Segera Dikonservasi

“Sempat dibawa ke pinggir di sebelah kanan, rencananya agar bisa mencengkram batu. Tapi korban kembali terbawa arus,” ujarnya.

Upaya penyelamatan pun terus dilakukan. Faldi bahkan sempat menyelam untuk mencoba mengangkat korban ke permukaan. Namun derasnya arus dan kondisi fisik yang mulai melemah membuat usaha tersebut tidak berhasil.

“Kami coba tolong pakai bambu, ada juga yang menyelam untuk mendorong ke atas. Tapi karena tenaga sudah tidak kuat, kami tidak bisa,” tambahnya.

Baca juga:  Dua Mantan ASN DPRD Buleleng Layangkan Somasi Kedua, Ancam Pidanakan Bupati Sutjidra

Dari keterangan saksi, korban diketahui baru beberapa bulan bekerja di wilayah Buleleng. Kunjungan ke Air Terjun Tembok Barak tersebut merupakan pengalaman pertamanya.

“Kalau kami sudah sering ke sini. Korban baru pertama kali ke sini. Kami tidak tahu kalau dia tidak bisa berenang,” ungkap Faldi.

Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Buleleng, Dinas Pemadam Kebakaran, kepolisian, serta relawan. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN