
MANGUPURA, BALIPOST.com – Polres Badung mematangkan persiapan pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Selain personel, juga dipersiapkan sarana dan prasarana (sarpas) seperti tameng, helm, tongkat, kendaraan taktis (rantis), dan alat komunikasi.
Polres Badung bahkan telah menggelar latihan pasukan dalmas menghadapi demo anarkis, di parkir Lapangan Mengwi, beberapa waktu lalu. PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Sabtu (25/4), menjelaskan, untuk kesiapan pengamanan May Day khususnya dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, Polres Badung telah menyiapkan personel secara optimal dengan melibatkan berbagai satuan fungsi, termasuk Dalmas, Samapta, Lantas, Intelkam, serta dukungan dari Polsek jajaran.
Seluruh personel telah dibekali latihan dan kesiapsiagaan melalui simulasi serta apel kesiapan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Dari sisi sarana dan prasarana, polres menyiapkan perlengkapan dalmas seperti tameng, helm, tongkat, kendaraan taktis, serta alat komunikasi guna menunjang pelaksanaan tugas di lapangan.
Selain itu, pengamanan difokuskan pada titik-titik strategis seperti kawasan pariwisata, pusat keramaian, jalur utama, serta lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya massa. “Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan May Day di wilayah Badung dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Untuk itu kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas,” tegasnya.
Sementara, latihan dalmas dipimpin Kabag Ops Polres Badung, Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana. Kabag Ops menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam mengantisipasi dinamika kamtibmas yang dapat berkembang sewaktu-waktu.
Ia juga menyoroti adanya pengaruh situasi geopolitik global terhadap kondisi dalam negeri, termasuk isu penyesuaian harga BBM yang berpotensi memicu gejolak di masyarakat sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi dari seluruh jajaran kepolisian. “Latihan dalmas tersebut merupakan bagian dari kesiapan kami dalam menghadapi potensi eskalasi massa, khususnya menjelang May Day,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)









