Aksi bersih-bersih yang dilakukan belasan LPK di awasan Pelabuhan Tua Buleleng. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Buleleng diisi dengan kegiatan berbeda. Sebanyak 13 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) menggelar aksi gotong royong membersihkan kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Jumat (1/5), sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan bersih-bersih yang berlangsung di kawasan eks Pelabuhan Buleleng ini melibatkan berbagai LPK. Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan May Day dengan pendekatan yang lebih menitikberatkan pada aksi nyata dibandingkan seremonial.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Sumber Daya Mineral Buleleng, Putu Arimbawa, menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh seharusnya tidak hanya diisi dengan kegiatan simbolis, tetapi juga tindakan konkret yang memberi manfaat langsung.
“Pagi hari ini kita berkumpul dalam semangat Hari Buruh Internasional atau May Day dan kita tidak hanya memberi hati, tetapi kita akan melaksanakan aksi nyata,” ujarnya.

Baca juga:  Buruh Tewas Tersetrum

Ia menjelaskan, tema kegiatan tahun ini adalah Now or Never atau “Sekarang atau Tidak Sama Sekali”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan tidak bisa lagi ditunda. Menurut Arimbawa, kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan atau instansi tertentu, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. “Lingkungan yang bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab segelintir orang. Tetapi lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Baca juga:  Divonis 5,5 Tahun, Mantan Ketua LPD Unggahan Nyatakan Banding

Ia juga menyoroti persoalan sampah sebagai cerminan perilaku masyarakat yang perlu segera diubah. Perubahan, kata dia, harus dimulai dari diri sendiri dan dilakukan saat ini juga. “Kalau tidak kita yang berubah, lalu siapa lagi? Dan kalau tidak sekarang kita berubah, kapan lagi?” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap partisipasi aktif para peserta LPK dapat menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Aksi sederhana seperti gotong royong, lanjut Arimbawa, diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan di Buleleng. “Mudah-mudahan hal kecil yang kita lakukan hari ini akan dapat memberikan dampak yang besar bagi masa depan lingkungan kita,” pungkasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

Baca juga:  Waspadai, Potensi Gelombang hingga 2,5 Meter di Selat Bali-Lombok
BAGIKAN