
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kondisi memprihatinkan Jalan Patimura di wilayah Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah. Setelah lama dikeluhkan warga akibat kerusakan yang terus berulang, perbaikan jalan tersebut dipastikan akan direalisasikan pada tahun ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) Kabupaten Buleleng, Putu Adipta Eka Putra, saat dikonfirmasi pada Kamis (23/4), mengakui bahwa kondisi Jalan Patimura memang cukup parah, terutama karena sering tergenang air dan dilintasi kendaraan bertonase berat seperti truk.
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut sebenarnya sudah rutin ditangani melalui pemeliharaan berkala setiap bulan. Namun, karena tingginya beban lalu lintas dan kondisi lingkungan, kerusakan kembali terjadi dalam waktu singkat.
“Memang setiap bulan sudah kita lakukan pemeliharaan, tapi rusak lagi karena sering dilalui truk dan ada genangan air,” ujarnya.
Untuk penanganan yang lebih permanen, Pemkab Buleleng telah menganggarkan perbaikan Jalan Patimura dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap evaluasi proses pengadaan barang dan jasa (PBJ), sebelum nantinya ditenderkan.
Adipta menargetkan proses tender bisa segera rampung sehingga pengerjaan fisik dapat dimulai dalam waktu dekat, bahkan diharapkan sudah bisa dieksekusi pada bulan depan.
Terkait metode perbaikan, pihaknya mempertimbangkan penggunaan konstruksi beton mengingat jalan tersebut kerap dilalui kendaraan berat. Namun, opsi tersebut masih dikaji karena membutuhkan biaya jauh lebih besar dibandingkan aspal hotmix.
“Kalau full beton biayanya sangat tinggi. Selain itu, waktu pengeringannya juga lama, minimal 21 hari, yang tentu akan mengganggu aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Sebagai solusi, pemerintah berencana menerapkan kombinasi konstruksi, yakni bagian bahu jalan menggunakan beton untuk memperkuat struktur, sementara badan jalan tetap menggunakan aspal.
Adapun panjang ruas jalan yang akan diperbaiki diperkirakan kurang dari satu kilometer, mulai dari kawasan pengkolan hingga akses keluar menuju Jalan Ponogoro. (Yudha/balipost)










