
DENPASAR, BALIPOST.com – Di tengah maraknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan akhir-akhir ini, ada warga yang berinovasi mengelola sampah tanpa merusak lingkungan. Salah satunya dilakoni Rohanah Salamah yang memanfaatkan 2 are lahan di Kampung Islam Kepaon, Desa Pemogan dengan budidaya maggot.
Saat ditemui bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Kamis (23/4), pemilik Integrasi Maggot Unggas dan Tanaman (Kebun Imut) tersebut mengaku pengelolaan sampah organik berbasis maggot menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi permasalahan limbah organik.
Ana panggilan akrabnya, memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam yang mampu mengurai limbah organik hingga 70 persen, atau sekitar 50 hingga 100 kilogram per hari. Menurutnya, maggot merupakan makhluk yang sangat efektif dalam mempercepat proses penguraian sampah.
Ia juga menjelaskan, ketika pengelolaan maggot dilakukan secara sistematis dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, maka berapa pun volume sampah organik dapat dikelola dengan baik. “Prosesnya dimulai dari pencacahan atau pembuburan sampah menggunakan mesin, sehingga memudahkan maggot dalam mengurai limbah tersebut,” katanya.
Dalam siklusnya, larva maggot pada minggu pertama masih mengonsumsi sampah dalam jumlah kecil. Namun, memasuki minggu kedua, kemampuannya meningkat pesat, bahkan mampu menghabiskan sampah hingga dua kali lipat dari berat tubuhnya setiap hari. Hal inilah yang membuat proses penguraian sampah menjadi sangat cepat dan efisien.
Selain mengurangi sampah, maggot yang telah tumbuh juga memiliki nilai ekonomis karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak miliknya. Bisa diberikan baik dalam kondisi segar, kering, maupun diolah lebih lanjut. Sementara sisa penguraian sampah oleh maggot dimanfaatkan menjadi kompos atau kasgot yang berguna untuk berkebun.
Perjalanannya dalam mengelola sampah dimulai sejak tahun 2015. Meski sempat mengalami kendala dan berhenti, dalam dua tahun terakhir ia kembali mengembangkan metode ini hingga berjalan optimal.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya negara mengatakan, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk melihat secara langsung kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan agar pengelolaan maggot ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain sebagai tempat pengolahan sampah, Kebun Imut juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang cara mengelola sampah yang baik dan ramah lingkungan. (Widiastuti/balipost)










