Warga binaan memperagakan busana saat rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini 2026 di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Badung, Bali, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun semangat, keterampilan dan kepercayaan diri kepada para warga binaan perempuan. (BP/Antara)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Guna memperingati Hari Kartini yang jatuh tiap 21 April,  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II-A di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, mengadakan pelatihan salon berupa tata rias dan sanggul serta pameran kerajinan. Ini, merupakanbentuk pembinaan kemandirian memaknai Hari Kartini.

“Setiap dapat pelatihan mereka dapat sertifikat sebagai bukti mereka dapat pelatihan keterampilan,” kata Kepala Lapas Perempuan Kelas II-A Ni Luh Putu Andiyani di sela peringatan Hari Kartini di Kerobokan, Kabupaten Badung, Selasa (21/4).

Dilansir dari Kantor Berita Antara, pihaknya mendatangkan praktisi salon untuk memberikan pelatihan sanggul dan tata rias adat Bali.

Dengan mengenakan kebaya, selendang, dan kain kemben, sebanyak 20 orang perwakilan warga binaan mengikuti pelatihan tata rias dan sanggul.

Baca juga:  Dua Pejabat Utama Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai Dimutasi 

Tak hanya dari Indonesia, warga binaan dari sejumlah negara juga ikut berpartisipasi, seperti dari Ukraina, Thailand, hingga Argentina.

“Biasanya saya terbiasa tata rias alami untuk hari biasa, tapi ini pelatihan sanggul Bali untuk kebutuhan berbeda, jadi agak beda karena pertama kali jadi lumayan susah,” kata warga binaan asal Thailand Kasarin Khamkhao yang sudah menjalani tujuh tahun masa pidana dari total 16 tahun vonis kasus narkoba.

Mereka bergiliran saling merias dan menata sanggul warga binaan untuk selanjutnya melakukan peragaan busana.

Layaknya peragawati, mereka berlenggak-lenggok di aula setempat dengan membawa hasil kerajinan berupa tas, syal rajutan, kipas tangan dan produk makanan ringan seperti kue pie susu.

Baca juga:  Perempuan, Pendidikan, dan Kebijaksanaan

Sejumlah warga binaan juga menari dengan menampilkan Tari Nusantara sebagai bentuk kreativitas selama menghuni lapas.

Dalam kesempatan tersebut sebanyak 80 perwakilan warga binaan juga mendapatkan literasi berupa penyuluhan spiritual dan pemahaman politik.

Selain pelatihan salon, pemberdayaan yang diberikan kepada warga binaan perempuan yaitu pembuatan kripik tempe, membuat kipas tangan, membuat kue, perawatan kuku, hingga peternakan ayam, kolam lele hingga berkebun melon dan anggur.

Peringatan Hari Kartini di Lapas Perempuan Kerobokan juga dihadiri Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Bali yang merupakan istri wakil gubernur Bali Seniasih Giri Prasta.

Baca juga:  PDIP Berpeluang Usung Kader Maju ke Pilkada 2020

Kemudian Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Bali Decky Nurmansyah, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P3A) Bali Anak Agung Sagung Mas Dwipayani serta sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Bali.

Adapun Dinas Sosial juga menyerahkan paket pelatihan sanggul dan tata rias serta dari Puspa Bali juga menyerahkan paket perawatan kulit dan kebutuhan mandi.

Lapas Perempuan Kelas II-A Kerobokan dihuni oleh 258 orang warga binaan dari 12 negara di dunia atau sudah melebihi kapasitas seharusnya yakni 120 orang. (kmb/balipost)

BAGIKAN