Bupati Suwirta bersama Kepala Pelaksana BPBD Klungkung saat penanganan ke lokasi banjir bandang. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Banjir bandang di Nusa Penida ini menjadi yang terparah dalam 25 tahun terakhir. Banyak pihak penasaran dengan penyebab utama banjir yang merusak banyak rumah hampir merata di seluruh Nusa Penida.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta pun langsung turun ke lokasi pada Senin (13/12) pagi. Ia angkat bicara terkait penyebab banjir bandang ini, usai turun ke lokasi.

Dikatakannya, selain faktor curah hujan yang tinggi, penyebab banjir bandang ini juga karena di Nusa Penida sudah terjadi perubahan lingkungan yang sangat masif, seiring dengan pesatnya perkembangan pariwisata. Suwirta memperingatkan para pengembang maupun investor agar menjaga lingkungan dengan baik.

Material lumpur yang terbawa banjir, diduga adalah endapan yang turun dari Nusa Penida bagian atas. Selain itu, material endapan tersebut selama ini tidak pernah dikeruk.

Baca juga:  Anak Diajak Mengemis dan Bekerja, Perlu Penanganan Serius

Sementara di pinggir sungai juga sudah banyak bangunan. Sehingga, saat banjir datang tiba-tiba, langsung menyapu seluruh bangunan di sekitarnya.

Dengan kejadian ini, Bupati Suwirta sudah menugaskan Dinas PUPR Klungkung, agar ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sehingga alur sungai dan akses jalan raya di sekitarnya segera dinormalisasi kembali. Jika tidak segera dibersihkan, ia mengaku khawatir nanti kalau terjadi hujan lebat lagi, bisa terjadi banjir susulan yang lebih parah, kalau penanganan pada alur sungainya masih belum beres.

“Ini tidak boleh terjadi lagi. Sekarang sudah tersapu semua. Ini menjadi dampak dari puncak perubahan lingkungan Nusa Penida. Hasil engerukan-pengerukan lahan terbawa arus banjir, sehingga turun ke bawah menjadi lumpur. Jadi larinya ke hilir semua,” kata Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta menambahkan, ini menjadi peringatan bagi warga Nusa Penida, untuk sama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga:  Dua Desa di Bangli Dilanda Hujan Es

Saat ini alat berat tetap dikerahkan untuk melakukan penanganan. Ditambah armada truk untuk mengangkut material tanah yang menutup akses jalan. Namun, truk-truk masih kesulitan masuk ke titik bencana, karena banyak akses jalan tertutup.

Selanjutnya, Bupati Suwirta akan menggunakan Dana Tak Terduga di dalam APBD Klungkung untuk melakukan perbaikan. Saat ini pihaknya sedang menginventarisir seluruh kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir ini. Kemudian baru diverifikasi.

Menurut Bupati, sementara dampak terparah terjadi di Karangsari Desa Suana, termasuk akses keluar jalan ke Pura Goa Giri Putri terputus, hingga akses ke Pura Penataran Ped sampai ke Crystal Bay.

Sementara itu, Perbekel Suana Putu Rai Sudarta, menyampaikan beberapa sepeda motor milik warga sudah ditemukan enam unit setelah terbawa arus banjir ke laut. Dampak lainnya, tembok panyengker rumah warga yang dilalui banjir, semuanya roboh.

Baca juga:  Nyepi, Layanan Data Seluler dan IPTV Dimatikan 24 Jam

Termasuk tembok penyengker pura hingga sekolah. Bahkan, sejumlah fasilitas pariwisata milik warga seperti penginapan, penuh dengan lumpur. Meja dan kursi di dalam ruangan juga hilang terbawa arus banjir.

Hujan deras terjadi sejak pukul 02.00 dini hari. Hujan dengan intensitas tinggi ini terjadi sampai pukul 04.00 WITA.

Banyak warga naik ke tempat yang lebih tinggi di sekitar Goa Giri Putri menyelamatkan diri sambil membawa keluarga, baik lansia dan anak-anak. “Warga kami sementara mengungsi ke tempat yang aman. Sebab, rumah-rumah mereka masih penuh dengan lumpur. Ini menjadi peristiwa terparah dalam 25 tahun terakhir. Saat itu pun pernah terjadi banjir tapi tidak separah ini,” kata Rai Sudarta. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN