Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyampaikan sambutan saat perayaan Dharma Santi Nasional 2026 di Denpasar, Bali, Jumat (17/4/2026). Kegiatan yang mengambil tema Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga Nusantara Harmoni Indonesia Maju tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan refleksi diri bagi umat Hindu serta memperkuat kerukunan umat beragama di Indonesia. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno, mengajak umat Hindu untuk tetap kokoh mempertahankan nilai-nilai luhur di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks dan penuh kebisingan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Dharma Santhi Nasional 2026 yang berlangsung di Gedung Ardha Candra, Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Jumat (17/4).

Dalam acara yang dihadiri sekitar 5.500 orang itu, Pratikno menegaskan, derasnya arus informasi, mulai dari berita, iklan hingga media sosial, kerap membuat manusia kehilangan ruang untuk hening dan merenung. Kondisi ini dinilai dapat mengaburkan kemampuan dalam memahami nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman hidup.

Baca juga:  Belasan Ribu Kasus Aktif Dicatatkan Bali, Dirawat di RS Kurang dari 10 Persen

Menurutnya, perayaan Nyepi memiliki relevansi kuat di tengah situasi tersebut. Melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Catur Brata Penyepian, umat diajak untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan, menata kembali hubungan dengan diri sendiri, sesama manusia, alam, dan Tuhan.

Ia menjelaskan, konsep amati geni mengajarkan pengendalian diri dari amarah dan kebencian, terutama di tengah maraknya respons emosional di ruang digital. Sementara amati karya menjadi refleksi atas makna pekerjaan, agar lebih berorientasi pada nilai kemanusiaan dan menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat.

Baca juga:  Bukan Wayan Koster yang Wakili Pelantikan Kepala Daerah Secara Hindu

Lebih lanjut, amati lelungan dimaknai sebagai upaya memperdalam perenungan diri serta mempererat hubungan dalam keluarga dan lingkungan sekitar. Sedangkan amati lelanguan mengingatkan pentingnya menahan diri dari hiburan berlebihan demi menumbuhkan kepekaan sosial, termasuk terhadap masyarakat kecil dan kondisi lingkungan yang kian terancam.

Pratikno juga menyinggung meningkatnya kejadian bencana alam, seperti banjir dan kebakaran hutan di berbagai daerah, yang menurutnya membutuhkan kepedulian bersama. Ia menekankan pentingnya membangun karakter yang tidak mudah terpancing emosi, tidak gemar menghakimi, serta lebih mengedepankan sikap merangkul daripada memecah belah.

Baca juga:  Beredar Pesan Varian Delta Sudah Masuk Denpasar, Ini Kata Kadiskes Bali

Kepada generasi muda, khususnya generasi Z, ia berpesan agar bijak dalam bermedia sosial dengan membiasakan diri menyaring informasi sebelum menyebarkannya, serta memahami sebelum menghakimi. “Penting bagi generasi Z itu menyaring dulu sebelum sharing,” katanya.

Melalui momentum Dharma Santhi Nasional ini, Pratikno mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat Nyepi sebagai gerakan bersama dalam membangun kehidupan yang lebih reflektif, penuh kepedulian, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN