Warga Gilimanuk dan siswa membersihkan sampah pascaarus mudik dan arus balik di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk wilayah Gilimanuk, Jumat (17/4) pagi. Sedikitnya 2,5 ton sampah yang didominasi plastik berhasil dibersihkan. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Ratusan warga bersama sejumlah instansi menggelar aksi gotong royong membersihkan sampah di sepanjang Jalan Denpasar–Gilimanuk, wilayah Kelurahan Gilimanuk, Jumat (17/4) pagi. Gotong royong ini melibatkan aparat kelurahan, Taman Nasional Bali Barat (TNBB), prajurit Yonif 928/TP, Babinsa, pelajar, serta masyarakat setempat. Aksi tersebut difokuskan pada pembersihan sampah yang berserakan di kawasan hutan Cekik.

Pembersihan dimulai dari area timur kantor TNBB Gilimanuk dan berlanjut ke arah barat sejauh kurang lebih 3 kilometer hingga depan Pura Dalem Desa Adat Gilimanuk yang sebelumnya menjadi jalur arus mudik dan arus balik.

Baca juga:  Klungkung Siap Tampung 15 Ribu Pengungsi, Tenda Mulai Dipasang di GOR Swecapura

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengatakan, bersih-bersih pinggir jalan ini merupakan bagian dari program Jumat Bersih yang rutin dilaksanakan di wilayahnya. Selain itu, aksi ini juga sebagai respons atas meningkatnya sampah pasca-arus mudik dan arus balik Lebaran.

Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan penutupan TPA Suwung yang memicu oknum sopir angkutan barang membuang sampah sembarangan di jalur nasional, khususnya di kawasan hutan Cekik. “Melalui gotong royong ini, kami berupaya menanggulangi tumpukan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Baca juga:  Dari 103 Ditangkap karena Dugaan Kejahatan Siber, Belasan WN Taiwan Mulai Dideportasi

Dari pembersihan yang dilakukan, terkumpul sekitar 2,5 ton sampah atau lebih dari 200 karung, yang sebagian besar berupa sampah plastik. Ke depan, pihak kelurahan berencana berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan patroli rutin di jalur tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah praktik pembuangan sampah ilegal oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN