I Nyoman Siki Ngurah. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Karangasem pada triwulan pertama tahun 2026 cukup positif. Hingga April, realisasi PAD tembus 25,7 persen. Hal itu diungkapkan, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, Senin (13/4).

Siki Ngurah mengatakan, hingga 13 April 2026, capaian PAD sudah menyentuh Rp131,5 miliar atau sekitar 25,7 persen dari target sebesar Rp511 miliar. Angka tersebut dinilai cukup baik, mengingat kondisi pariwisata daerah yang masih berada dalam periode low season.

Baca juga:  PAD Karangasem Anjlok Puluhan Miliar Rupiah

“Kalau melihat kondisi saat ini yang masih, low season, proyek-proyek juga belum banyak berjalan, mampu merealisasikan segitu cukup baik. Artinya, kita sudah bisa mencapai seperempat dari target tahunan di triwulan pertama,” ujarnya,

Siki Ngurah mengatakan, PAD yang diperoleh ini masih didominasi oleh sektor pajak hotel dan restoran, serta pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB). Hingga saat ini, pajak hotel tercatat hampir Rp15 miliar, pajak restoran sekitar Rp8 miliar, dan MBLB mencapai Rp21 miliar.

Baca juga:  Dandim Ingatkan Prajurit Jauhi Narkoba

“Capaian ini tidak lepas dari inovasi program Gerbang Pajak yang diterapkan pemerintah daerah. Program ini dinilai mampu meningkatkan akurasi pendataan sekaligus menekan potensi kebocoran pajak. Terlebih lagi ada 549 wajib pajak baru yang terdata, lebih dari 250 diantaranya berasal dari sektor hotel dan restoran,” katanya.

Menurutnya, penambahan wajib pajak baru turut menopang pendapatan daerah, terutama di tengah adanya penurunan dari wajib pajak lama di sejumlah kawasan seperti Candidasa. Meski demikian, pergeseran aktivitas wisata ke wilayah lain seperti Sidemen dan Amed turut memberikan kontribusi positif terhadap PAD.

Baca juga:  Realisasi Proyek Gedung RSUD Klungkung Lambat

“Terkait potensi kebocoran pajak, kami tidak fokus pada perhitungan angka kebocoran, melainkan pada upaya optimalisasi pendapatan melalui sistem yang lebih transparan dan terukur. Kami tidak menghitung angka kebocoran, tapi mindset kami bagaimana meningkatkan pendapatan. Dengan sistem yang ada saat ini, kami yakin target yang diproyeksikan bisa tercapai secara terukur,” tegasnya. (Eka Parananda/balipost)

 

BAGIKAN