Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Rabu (8/4). (BP/HO-Bakom RI)

JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah berencana membangun Pusat Finansial Khusus (special financial center). Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman di tengah gejolak geopolitik global.

“Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat,” ujarnya di dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Rabu (8/4) dikutip dari keterangan tertulisnya.

Baca juga:  Pandemi, Jembrana Mampu Tarik Investasi dan Serap Ribuan Lowongan Kerja

Menurutnya, usulan tersebut telah disampaikan beberapa tahun lalu oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, yang direncanakan berlokasi di Provinsi Bali. Prabowo menilai usulan tersebut semakin relevan saat ini untuk menunjukkan bahwa iklim investasi Indonesia tetap menarik di tengah dinamika global.

Dalam hal ini, ia menjelaskan bahwa banyak warga asal Rusia dan Ukraina yang berpindah dan menetap di Bali sejak kedua negara berkonflik pada 2022. Kini, ia menilai bahwa inisiatif ini dapat menjaring investor yang sebelumnya berencana menanamkan modal di kawasan Timur Tengah, namun mengurungkan niatnya akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

Baca juga:  Kabinet Merah Putih Diisi 59 Wamen, Dua di Antaranya Asal Bali

“Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau kemana? Negara mana yang tidak perang sekarang?Indonesia salah satu yang paling diminati,” kata dia.

Prabowo menambahkan bahwa langkah ini mencerminkan pandangannya bahwa krisis global bukan hanya tantangan, tetapi juga menciptakan peluang emas baru. Dalam hal ini, ia melihat gejolak global sebagai momentum bagi Indonesia untuk menghadirkan inisiatif strategis serta mempercepat program prioritas.

Baca juga:  Bali dan Wilayah Aglomerasi Ini Masih Jalani PPKM Level 4, Presiden Beri Arahan Ini ke Menko Luhut

“Intinya adalah, kita sangat banyak potensi. Tapi ini juga, yang saya katakan, membuat kita sekarang harus lebih keras, bekerja lebih teliti,” tutup dia. (kmb/balipost)

BAGIKAN